Menurut data World Health Organization (WHO, 2015) angka kematian ibu masih cukup tinggi di dunia yaitu 216 per 100.000 kelahiran. Beberapa disebabkan oleh perdarahan pasca kelahiran, hipertensi pada kehamilan, infeksi dan komplikasi dari aborsi. Salah satu penyebab kematian ibu yang sebenarnya bisa dicegah saat masa kehamilan dengan meningkatkan pengetahuan ibu mengenai antenatal care adalah preeklampsia. Pada dasarnya pencegahan kasus preeklampsia dapat dilakukan secara medis dan juga non medis. Tiga tahapan yang dapat dilakukan untuk mencegah preeklampsia yang pertama adalah pencegahan primer, kedua adalah pencegahan sekunder sebelum menyebabkan kelainan abnormal yang dapat menghasilkan gejala, dan yang ketiga adalah edukasi serta memberikan pengawasan pada ibu hamil. Edukasi dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan lain seperti perawat.
Dalam melakukan edukasi, kerap kaitannya dengan kemampuan seseorang dalam mengakses dan menangkap informasi kesehatan. Tingkat pendidikan seseorang mempengaruhi bagaimana seseorang mengambil keputusan terhadap masalah kesehatan yang dialaminya. Pada ibu dengan pendidikan tinggi, kerap lebih memperhatikan kesehatan. Semakin rendah pendidikan ibu maka juga akan semakin kecil kemauan untuk menggunakan layanan kesehatan.
Salah satu cara yang dapat digunakan perawat untuk melakukan edukasi adalah self “ hypnosis. Dilakukan studi cross sectional untuk mengetahui karakteristik self-hypnosis yang dapat digunakan pada ibu hamil untuk mencegah preeklampsia. Pertama yaitu Pra-induksi, termasuk membangun hubungan baik dan wawancara penerimaan, dilanjutkan dengan induksi, meliputi relaksasi dan pendalaman. Ketiga adalah saran, meliputi penyampaian pesan dan afirmasi. Terakhir Penghentian, termasuk evaluasi dan validasi. Hasil dari studi ini berbeda “ beda. Cara perawat berinteraksi dengan ibu hamil semua disesuaikan dengan karakteristik ibu hamil mulai dari pendidikan ibu dan ada atau tidaknya riwayat hipertensi pada ibu mapun keluarga, karena adanya resiko genetik preeklampsia pada ibu hamil yang dapat menurun ke anak. Selain self-hypnosis yang dilakukan perawat secara prima, dibutuhkan juga dukungan keluarga sehingga ibu dapat menerima kehamilannya dengan mudah.
Penulis: Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R.
Jurnal:
Analysis of the characteristics of pregnant women affect nurse interaction with self hypnosis approach in prevention of preeclampsia |





