51动漫

51动漫 Official Website

Pendidikan Kesehatan Berbasis Video Untuk Meningkatkan Perilaku Cuci Tangan Pada Anak di Wilayah Rawan Banjir

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Banjir tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan dan infrastruktur, tetapi juga membawa berbagai risiko kesehatan bagi masyarakat. Setelah banjir, air yang menggenang sering kali tercemar oleh berbagai mikroorganisme seperti bakteri, virus, dan parasit. Kondisi tersebut meningkatkan risiko penyakit menular, terutama diare, yang kerap menyerang anak-anak.

Menurut Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang dilanda banjir di Indonesia. Kecamatan Waru di Kabupaten Sidoarjo yang berlokasi di Jawa Timur juga merupakan salah satu daerah yang terdampak banjir dimana sekitar 11 desa dilaporkan terendam banjir di tahun 2024.

Pada pasca banjir, cuci tangan menjadi perhatian dikarenakan perilaku mencuci tangan yang masih rendah pada anak. Kurangnya perilaku mencuci tangan yang baik dan benar pada saat terjadi banjir maupun pasca banjir, dapat menjadi second disaster atau wabah penyakit yang akan menjadi tantangan yang serius untuk dihadapi, dan peningkatan risiko penyakit menular pasca bencana.

Pendidikan kesehatan merupakan metode yang efektif untuk mengubah perilaku sesesorang. Pemberian materi seputar kesehatan dengan media digital kekinian seperti video dapat menarik perhatian anank-anak untuk menonton konten video sehingga dapat menambah pengetahuan mereka.

Melihat kondisi tersebut, tim peneliti dari Fakultas Keperawatan 51动漫 melakukan penelitian untuk menerapkan pendidikan kesehatan berbasis video dalam meningkatkan kebiasaan mencuci tangan pada anak-anak di wilayah banjir di Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.

Penelitian melibatkan 78 siswa sekolah dasar yang berasal dari kelas 4, 5, dan 6 di dua sekolah berbeda. Para siswa kemudian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan pendidikan kesehatan melalui media video, sementara kelompok kontrol tidak menerima edukasi tambahan. Video edukasi berisi penjelasan mengenai pentingnya mencuci tangan, manfaatnya bagi kesehatan, waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, serta langkah-langkah mencuci tangan yang benar setelah banjir. Video tersebut dilengkapi dengan animasi, narasi suara, dan musik agar lebih menarik bagi anak-anak.

Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada kelompok yang mendapatkan pendidikan kesehatan dengan media video . Sebelum intervensi, sebagian besar siswa memiliki pengetahuan yang rendah mengenai praktik mencuci tangan setelah banjir. Namun setelah pemberian pendidikan kesehatan dengan media video, mayoritas siswa menunjukkan peningkatan pengetahuan yang baik. Tidak hanya pengetahuan, sikap siswa terhadap pentingnya mencuci tangan juga mengalami perubahan positif. Banyak siswa mulai menyadari bahwa kebiasaan mencuci tangan merupakan langkah sederhana yang dapat melindungi mereka dari penyakit setelah banjir. Perubahan juga terlihat terjadi pada praktik mencuci tangan. Sebelum mendapatkan edukasi, sebagian besar siswa belum menerapkan langkah-langkah mencuci tangan dengan benar. Namun setelah mendapat pendidikan kesehatan dan menonton video edukasi, banyak siswa mulai mempraktikkan cara mencuci tangan dengan tepat.

Sebaliknya, pada kelompok kontrol yang tidak mendapatkan pendidikan kesehatan, tidak ditemukan perubahan yang berarti pada pengetahuan, sikap, maupun perilaku mencuci tangan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis video memiliki peran penting dalam meningkatkan perilaku cuci tangan pada anak di wilayah rawan banjir.

Media audiovisual seperti video memiliki keunggulan dalam menyampaikan pesan kesehatan kepada anak-anak. Video dapat menggabungkan unsur visual dan audio sekaligus sehingga materi menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh siswa.Elemen gambar, animasi, warna, dan suara membuat anak-anak lebih fokus dalam menerima informasi. Selain itu, metode pembelajaran yang interaktif juga membantu mereka mengingat materi lebih lama dibandingkan dengan metode ceramah biasa.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis video dapat menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran anak tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan, terutama di wilayah yang rawan bencana banjir.

Ke depan, sekolah dapat memanfaatkan media digital sebagai bagian dari program pendidikan kesehatan bagi siswa. Guru juga memiliki peran penting dalam membimbing dan mengawasi siswa agar kebiasaan mencuci tangan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan membiasakan perilaku hidup bersih sejak usia dini, risiko penyebaran penyakit setelah banjir dapat ditekan secara signifikan. Upaya sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan anak-anak serta membantu menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih sehat.

Penulis: Wahyuni Tri Lestari

AKSES CEPAT