51动漫

51动漫 Official Website

Peneliti UNAIR Kaji Instrumen Pendeteksi Stres Terkait Covid-19 pada Wanita Hamil

Suasana vaksinasi Covid-19 kdosis e-2 pada Sabtu-Minggu (21-22/08/2021) di Airlangga Convention Center Kampus C UNAIR. (Foto: Agus Irwanto)

UNAIR NEWS – Kondisi kehamilan merupakan hal yang membahagiakan bagi pasangan suami istri yang mendambakan keturunan. Namun, kehamilan sendiri secara alami dapat menimbulkan kecemasan pada calon ibu dan apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan stres yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin di dalam kandungan. 

Hal itulah yang menjadi alasan apt Gusti Noorrizka Veronika Achmad, SSi MSc meneliti Instrumen Pendeteksi Stres Terkait Covid-19 pada Wanita Hamil. Dalam risetnya ia menjelaskan bahwa stres selama kehamilan didefinisikan sebagai ketidakseimbangan yang dirasakan ibu hamil ketika tidak mampu menghadapi tuntutan dan kekhawatirannya.  

淒i seluruh dunia, stres adalah masalah kesehatan mental yang sangat umum di kalangan wanita selama masa kehamilan mereka, jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa berdasarkan studi yang dilakukan di beberapa negara di dunia seperti di Amerika, Cina, Iran, Arab, India dan Ghana melaporkan bahwa prevalensi stres selama kehamilan berkisar 5,5-78%. Meningkatnya kerentanan penyakit mental pada kehamilan dapat dijelaskan dengan 淢odel Biopsychosocia, yang mengintegrasikan faktor biologis, psikologis, dan sosial untuk menjelaskan terjadinya penyakit mental. 

淲anita hamil mengalami peningkatan kerentanan biologis karena ketidaksesuaian hormonal, kerentanan psikologis karena ketakutan akan kehidupan baru sebagai ibu, dan kerentanan sosial dalam hidupnya, paparnya.

Beberapa penyebab stres, sambungnya, yang umumnya mempengaruhi wanita hamil di seluruh dunia adalah sumber daya material yang rendah, kondisi pekerjaan yang tidak menguntungkan, tanggung jawab di dalam keluarga dan rumah tangga yang berat, ketegangan dalam hubungan intim, dan komplikasi pada kehamilan. Belum lagi, hal itu diperburuk dengan adanya pandemi Covid-19.

淪umber penyebab stres atau kita sebut stressor di era pandemi sangat banyak terutama terkait dengan permasalahan ekonomi terkait kehilangan penghasilan akibat kehilangan pekerjaan, kehilangan orang terdekat, kekhawatiran tertular virus Covid 19, tuturnya.

Kondisi tersebut, lanjutnya, tentu sangat mempengaruhi tingkat keparahan stres pada wanita hamil. Hasil studi di Kanada menunjukkan bahwa tingkat keparahan stres di masa pandemi Covid 19 lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum pandemi dan ibu hamil dengan penghasilan rendah lebih rentan terhadap peningkatan keparahan stres dan gejala kejiwaan. 

淟alu apakah stres pada ibu hamil dapat mempengaruhi kehamilan dan kesehatan bayi di dalam kandungan? Jawabnya Ya. Stres pada ibu hamil yang berlangsung terus-menerus dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, bayi lahir dengan berat badan rendah, jelasnya.

Selain itu, anak yang dilahirkan dari ibu yang stres dapat mengalami gangguan kognitif, mudah stres dan mudah emosi. Untuk mengamati stres ibu hamil terkait pandemi covid 19 ini diperlukan instrumen yang valid dan reliabel dan instrumen ini telah dikembangkan oleh peneliti dari department of psychology Stony Brook University, Amerika Serikat. 

淚nstrumen ini disebut Pandemic Related Pregnancy Stress Scale (PREPS), instrumen ini telah teruji validitas dan reliabilitasnya dan telah digunakan oleh banyak peneliti lain di berbagai negara, pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT