Keberadaan bank sampah non nasabah di Kelurahan Singosari menjadi salah satu bentuk inovasi berbasis masyarakat yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan nomor 9 yaitu Industry, Innovation, and Infrastructure. Program ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomis yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Bank sampah non nasabah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menyalurkan sampah anorganik tanpa harus terdaftar sebagai nasabah tetap. Sampah yang telah dipilah, seperti botol plastik, kardus, dan kemasan lainnya, dapat dikumpulkan dan kemudian dijual kembali. Hasil penjualan tersebut menjadi pemasukan tambahan yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan lingkungan di tingkat rukun warga.
Inisiatif ini menunjukkan adanya inovasi sederhana namun berdampak nyata. Dengan memanfaatkan sistem pengelolaan sampah yang terstruktur, masyarakat tidak hanya diajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga diperkenalkan pada konsep ekonomi sirkular. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat diolah menjadi sumber ekonomi alternatif.
Salah satu warga RW 11 Kelurahan Singosari, Bu Rum, mengungkapkan manfaat dari adanya bank sampah non nasabah. 淒engan adanya bank sampah ini, warga jadi lebih semangat memilah sampah. Lumayan juga hasilnya bisa membantu kebutuhan rumah tangga, ujar Bu Rum. Menurutnya, program ini mendorong kebiasaan positif sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi warga.
Dari sudut pandang SDGs nomor 9, bank sampah non nasabah mencerminkan penguatan infrastruktur sosial dan inovasi di tingkat lokal. Sistem pengelolaan sampah yang terorganisir menjadi pondasi bagi pengembangan industri kreatif berbasis daur ulang di masa depan. Selain itu, program ini membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dalam pengelolaan dan pemanfaatan limbah.
Melalui bank sampah non nasabah, Kelurahan Singosari menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus berbasis teknologi tinggi. Kolaborasi, kesadaran lingkungan, dan pengelolaan yang tepat mampu menciptakan dampak ekonomi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi contoh inovasi ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.





