UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 51动漫 (UNAIR) tahun 2026 melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melalui program GEMBIRA : Gerakan Memilah dan Mengelola Sampah Organikmelalui Bioporiyang diselenggarakan di Balai Desa Sumbersari, Kabupaten Madiun. Kegiatan ini diikuti oleh 48 peserta dengan sasaran utama ibu-ibu PKK Desa Sumbersari yang memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Program ini dilaksanakan pada Rabu (28/1/2026) sebagai upaya mendorong penerapan pengelolaan sampah organik.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi masyarakat Desa Sumbersari, khususnya dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga yang masih belum optimal. Sampah sisa dapur dan limbah organik sebagian besar masih dibuang bersama sampah anorganik, sehingga berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, menurunkan kebersihan lingkungan, serta menambah volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukatif dan praktis yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri.
Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, tim KKN melaksanakan kegiatan sosialisasi yang disertai praktik langsung pembuatan biopori. Mahasiswa memberikan pemaparan mengenai cara pengelolaan sampah anorganik dan sampah organik dengan memanfaatkan biopori sebagai metode pengelolaan sampah organik sekaligus sarana peningkatan daya resap air ke dalam tanah. Kegiatan ini dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lubang biopori menggunakan pipa berlubang yang diperagakan langsung oleh tim KKN di hadapan peserta.
Kegiatan ini memuat kata kunci indikator SDG 12 (Responsible Consumption and Production), penerapan biopori berkontribusi dalam pengelolaan sampah organik secara bertanggung jawab, pengurangan limbah rumah tangga, serta pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kebiasaan baru masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Dengan demikian, pengelolaan lingkungan desa dapat berjalan lebih tertib dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, ibu PKK Desa Sumbersari, yaitu Ibu Dewi turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini 淪elama ini sampah dapur sering langsung dibuang begitu saja. Dengan adanya kegiatan ini, kami jadi tahu cara sederhana mengelola sampah organik agar lebih bermanfaat dan tidak mencemari lingkungan, ujarnya. Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan diterapkan oleh ibu-ibu PKK secara konsisten di lingkungan rumah masing-masing.
Dampak kegiatan terlihat dari terbentuknya biopori sebagai hasil nyata pengabdian, meningkatnya pemahaman praktis masyarakat melalui observasi dan praktik langsung, serta tumbuhnya kesadaran ibu-ibu PKK untuk mulai menerapkan biopori secara mandiri. Kesadaran ini menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan desa yang lebih bersih dan ramah lingkungan. Keberlanjutan program diharapkan dapat diterapkan secara bertahap di lingkungan rumah tangga lainnya.
Penulis: BBK 7 Sumbersari





