Fotodinamik terapi (PDT) merupakan perawatan non-invasif yang memanfaatkan fotosensitizer yang diaktifkan oleh foton (cahaya) untuk menginduksi kematian sel. PDT melibatkan pemberian fotosensitizer, yang kemudian diaktifkan oleh cahaya, yang menghasilkan pembentukan reactive oxygen species (ROS). Penelitian ini menyoroti potensi klorofil sebagai fotosensitizer alami karena melimpah di daerah tropis seperti Indonesia. Namun, ketidakstabilan klorofil menimbulkan tantangan dalam terapi fotodinamik, sehingga diperlukan modifikasi untuk meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya.
Para peneliti memodifikasi klorofil yang diekstrak dari E.Dulcis dengan melapisinya dengan albumin. Modifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan hidrosifilitas klorofil sekaligus mengurangi toksisitas, sehingga lebih sesuai untuk aplikasi biomedis. Penelitian ini melaporkan keberhasilan dalam penggunaan klorofil berlapis albumin sebagai patch biomaterial dalam PDT. Penelitian mencapai tingkat apoptosis yang tinggi pada lini sel melanoma (MCF7 dan T47D) saat terpapar dosis energy laser sebesar 20 J/cm2 dengan presentasi kematian sel masing-masing mencapai 90% dan 86%.
Metode dan Hasil
Daun E.Dulcis dikeringkan dan mengalami maserasi dalam methanol selama dua hari, untuk selanjutnya dilakukan penyaringan dengan n-heksana untuk mengisolasi klorofil menggunakan vakum kromatografi cair hingga mencapai kemurnian lebih dari 96%. Klorofil yang diperoleh kemudian digabungkan dengan albumin dalam kloroform, untuk kemudian diuapkan hingga membentuk lapisan tipis. Modifikasi ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan hidrofilisitas sekaligus mengurangi toksisitas.
Patch transdermal dibuat menggunakan etil selulosa dan polivinil alcohol (PVA), dengan menggabungkan klorofil yang telah dimodifikasi. Patch tersebut menjalani beberapa evalusi, seperti pemeriksaan organoleptic, pengukuran ketebalan, dan pengujian hidroskopis untuk menilai stabilitas dalam kelembapan. Patch yang telah diperoleh, kemudian diaplikasikan pada sel melanoma yang telah dikultus (MCF7 dan T47D), yang kemudian dipaparkan pada laser merah-inframerah dengan dosis 20 J/cm2.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa PDT menggunakan klorofil berlapis albumi dari E.Dulcis menghasilkan tingkat kematian sel apoptosis yang signifikan pada sel melanoma: 90 卤 0,8% untuk sel MCF 7 dan 86 卤 0,7% untuk sel T47D setelah paparan laser. Modifikasi yang telah dilakukan pada klorofil terbukti meningkatkan stabilitas dan efektivitasnya sebagai fotosensitizer, yang menunjukkan potensinya untuk digunakan dalam terapi kanker.
Penulis : Prof. Dr. Retna Apsari, M.Si
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
Totok Wianto, Eka Suarso, Ori Minarto, Sri Cahyo Wahyono, Retna Apsari, Amar Vijai Narulloh





