51

51 Official Website

Pengabdian Masyarakat UNAIR, Budayakan Olahraga Aman untuk Hidup Lebih Sehat

Kegiatan edukasi dan sosialisasi mengenai cedera olahraga di Puskesmas Mojo, Kec. Gubeng, Surabaya (Foto: Dok. Tim)

UNAIR NEWS – Kegiatan pengabdian masyarakat dengan temaBudayakan Olahraga dan Cegah Cedera untuk Hidup Lebih Sehattelah dilaksanakan pada tanggal 18 November 2025 diPuskesmas Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Kegiatan ini menyasar masyarakat umum yang tinggal di sekitar wilayah kerja puskesmas sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga yang aman dan pencegahan cedera dalam kehidupan sehari-hari.

Seiring meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap aktivitas fisik dan olahraga, risiko terjadinya cedera olahraga juga ikut meningkat. Cedera olahraga dapat terjadi akibat teknik yang tidak tepat, kurangnya pemanasan, beban latihan yang berlebihan, maupun trauma langsung saat beraktivitas. Cedera yang sering dijumpai meliputi gangguan pada otot dan sendi, terutama di area bahu, betis, serta pergelangan ekstremitas.

Di wilayah kerja Puskesmas Mojo, masih ditemukan rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan dini cedera olahraga, kurangnya kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik yang teratur dan aman, serta minimnya keterampilan dalam mengelola cedera ringan secara mandiri. Kondisi ini menunjukkan perlunya edukasi yang terarah dan berkelanjutan agar angka cedera yang sebenarnya dapat dicegah tidak terus meningkat.

Kegiatan pengabdian masyarakat Budayakan Olahraga dan Cegah Cedera untuk Hidup Lebih Sehat di Puskesmas Mojo, Kecamatan Gubeng, Surabaya (Foto: Dok. Tim)

Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa rangkaian utama, yaitu penyuluhan mengenai pencegahan dan penanganan dini cedera olahraga, pelaksanaan senam sehat bersama masyarakat, serta pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tanda vital dan pemeriksaan Point of Care Testing (POCT) glukosa darah. Edukasi diberikan secara langsung menggunakan media presentasi PowerPoint dan dilengkapi dengan pembagian pamflet kepada peserta.

Materi yang disampaikan meliputi teknik pemanasan dan pendinginan yang benar, pengenalan jenis-jenis cedera olahraga, prinsip pertolongan pertama seperti metode Rise, Ice, Compression, and Elevation (RICE), serta tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis lebih lanjut. Pamflet yang tersisa kemudian diserahkan kepada pihak puskesmas sebagai media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kegiatan senam sehat dilaksanakan bersama warga sekitar sebagai bentuk implementasi langsung dari edukasi yang telah diberikan. Melalui aktivitas ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mempraktikkan gerakan olahraga yang aman dan terstruktur. Partisipasi aktif warga menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap upaya peningkatan kebugaran dan kesehatan bersama. Selain itu, pemeriksaan tanda vital seperti tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, suhu tubuh, serta pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan POCT dilakukan sebagai bagian dari skrining kesehatan dasar. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kondisi kesehatannya.

Kegiatan ini turut didukung oleh tenaga medis, termasuk dr. Nurina, yang memastikan seluruh rangkaian skrining dan edukasi berjalan sesuai standar pelayanan kesehatan. Mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah Daniel Laksmana Santoso, Natasya Salsabilla Zulkarnain Putri, Salvia Rahma Aretha, dan Syalsabilla Ramadhani Hartadi. Mereka berperan dalam persiapan materi, pelaksanaan edukasi, pendampingan peserta selama skrining, hingga dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto, video, dan penyusunan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban program. Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian bantuan sembako kepada peserta sebagai bentuk kepedulian sosial.

Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai olahraga yang aman, mendorong motivasi untuk beraktivitas fisik secara teratur, serta membekali masyarakat dengan kemampuan dasar dalam mencegah dan menangani cedera olahraga. Program ini juga menjadi wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial sivitas akademika 51 dalam mendukung peningkatan mutu kesehatan masyarakat. Selain memberikan manfaat bagi warga, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu kedokteran secara langsung di masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta budaya olahraga yang lebih aman dan terarah di lingkungan masyarakat sekitar Puskesmas Mojo, sehingga risiko cedera dapat diminimalkan dan kualitas hidup masyarakat semakin meningkat. Program ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SGDs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being melalui Upaya promotive dan prevented berupa edukasi kesehatan, pelaksanaan aktivitas fisik yang aman, serta skrining dasar kesehatan. Program pengabdian masyarakat ini juga mendukung SDG 4: Quality Education melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam memahami, menerapkan, dan menyebarluaskan pengetahuan kesehatan.

Penulis: Salvia Rahma Aretha dan Daniel Laksmana Santoso (Kelompok 5 MSU)

AKSES CEPAT