51动漫

51动漫 Official Website

Pengajian Ramadan Bedah Konsep Barokah dalam Kepemimpinan

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD saat menyampaikan tausiahnya (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Bulan suci Ramadan kembali menjadi momentum bagi civitas academica 51动漫 (UNAIR) untuk memperkuat spiritualitas sekaligus mempertajam wawasan kebangsaan. Melalui agenda Pengajian Ramadan Series 3 yang diselenggarakan di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen Kampus MERR-C, pada Kamis (12/3/2026), membahas mengenai kaitan erat antara kepemimpinan, keberkahan, dan pembangunan kualitas manusia. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNAIR, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD mengajak audiens untuk melakukan refleksi historis terhadap kejayaan umat terdahulu. Menurutnya, keberhasilan peradaban besar di masa lalu setidaknya didorong oleh empat pilar utama. Yakni kepemimpinan yang bijak, ketaatan kolektif terhadap pemimpin, strategi yang matang, serta keyakinan yang teguh terhadap pertolongan Allah SWT.

Prof Amin menekankan bahwa setiap individu pada hakikatnya adalah seorang pemimpin atau khalifah. Yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat atas segala amanahnya. Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan tersebut, konsep keberkahan (barokah) menjadi fondasi yang mutlak. Merujuk pada pemikiran Imam Nawawi, ia menguraikan makna barokah ke dalam beberapa dimensi krusial.

淜eberkahan bukan sekadar soal pencapaian materi, melainkan bertambahnya nilai kebaikan yang berkesinambungan dan kemampuan untuk mendorong ketaatan kepada Allah SWT. Pemimpin dalam Islam sejatinya adalah pelayan umat (khadimul ummah). Dan kualitas pemimpin terbaik adalah mereka yang memiliki rasa takut kepada Tuhannya, ujarnya.

Lebih jauh, Prof Amin menyoroti pentingnya peningkatan quality of human resources yang berlandaskan pada nilai-nilai Al-Qur’an. Menurutnya, SDM yang berkualitas tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi harus memiliki profil yang kuat. Yakni beriman, bertakwa, berakal, berilmu, dan berakhlak mulia. Urgensi kualitas SDM ini menjadi sangat krusial di tengah tantangan nyata Indonesia saat ini. Seperti paradox of plenty, ketimpangan sosial, hingga rendahnya partisipasi pendidikan tinggi.

Sebagai penutup, Prof Amin menitipkan pesan mendalam kepada para anak muda, khususnya mahasiswa UNAIR, untuk mengambil peran sebagai katalisator perubahan. Partisipasi aktif dalam isu-isu sosial dan kepedulian terhadap kemanusiaan harus ditanamkan sejak dini. Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan besar hanya bisa terjadi jika dimulai dari perbaikan diri sendiri terlebih dahulu.

淪etiap tindakan kita, mulai dari hal terkecil hingga kebijakan yang besar, akan dimintai pertanggungjawabannya. Mari jadikan diri kita sebagai pribadi yang baik agar dapat membawa kebaikan bagi orang lain dan mendapat rahmat Allah SWT di dunia maupun akhirat, pungkasnya.

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra

Editor: Yulia Rohmawati

AKSES CEPAT