UNAIR NEWS – Belakangan ini, agama telah menjadi topik yang hangat dan telah masuk ke dalam mayoritas pembicaraan masyarakat Indonesia atau bahkan dunia. Munculnya radikalisme, dan berbagai aliran baru serta perdebatan antara agama dengan politik seringkali berakhir dengan pelanggaran kebebasan beropini dan beragama. Sebagai negara yang mempercayai keberadaan Tuhan, tentunya semua agama dan aliran wajib dilindungi dan dibiarkan selama tidak melanggar hak agama lain, termasuk agama Baha檌.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menggelar diskusi keagamaan pada Rabu (28/8/2019) di Student Center FIB. Kegiatan itu menghadirkan Qurratul 楢in seorang penganut keyakinan agama baha檌 dan Haidar Adam S.H., LL.M Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Airlangga (UNAIR).
Qurratul 楢in menjelaskan tentang ajaran Baha檌 secara umum, ibadah, hari-hari besarnya, dan pengalaman hidupnya sebagai penganut ajaran Baha檌. Walau terkadang seringkali mengalami diskriminasi dan menjadi bahan pembicaraan. Salah satunya yaitu adminstrasi kependudukan. Seringkali, mereka mendapatkan kartu identitas yang tidak sesuai dengan keinginannya karena masalah kepercayaan. Qurratul mengaku bahwa dia memiliki lingkaran pertemanan yang baik dengan alasan dirinya tetap terbuka dengan ajaran agamanya dan menghargai semua orang.
淲alaupun terkadang ajaranku dianggap beda oleh orang lain, aku selalu berpegang pada ajaran agamaku bahwa pada dasarnya, semua manusia itu mulia, ujar mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR tersebut.
Selain itu Dosen Fakultas Hukum, Haidar Adam S.H., LL.M., menilai, hal itu merupakan kecacatan implementasi sila pertama pada Pancasila. Ia menegaskan bahwa negara harus melindungi semua kepercayaan, termasuk yang tidak berkepercayaan. Negara memiliki 3 tugas dalam hal agama, yaitu to respect, to protect, and to fulfill.
淭erkadang implementasi undang-undang di realita tidak sesuai dengan apa yang dituliskan, tambahnya
Perlu diketahui, baha檌 merupakan sebuah agama yang didirikan di Persia pada tahun 1863 oleh M铆rz谩 岣sayn-`Al铆 N煤r铆 yang bergelar Bah谩’u’ll谩h (kemuliaan Tuhan). Agama itu memiliki tiga pilar utama yaitu kesatuan Tuhan, kesatuan agama, dan kesatuan kemanusiaan. Walaupun mendapatkan persekusi hingga saat ini. Baha檌 memiliki sekitar 7 juta pengikut di seluruh dunia dan kurang lebih sekitar 1000 pengikut di Indonesia.
Penulis : Pradnya Wicaksana
Editor : Khefti Al Mawalia





