Kehilangan gigi permanen pasca pencabutan gigi, tanpa disertai penggantian gigi yang hilang, dapat mengakibatkan gangguan fungsi pengunyahan, estetika, dan fonetik. Selain itu, dapat menimbulkan gangguan keseimbangan organ pengunyahan dalam mulut, seperti migrasi gigi tetangga, ekstrusi gigi antagonis, kehilangan kontak, karies, dan resesi gingiva yang dapat menimbulkan masalah kesehatan gigi dan mulut yang lebih kompleks, salah satu masalah yang ditimbulkan adalah perubahan dimensi resorpsi tulang alveolar pasca pencabutan gigi.
Pada keadaan normal pasca pencabutan gigi, akan terjadi resorpsi tulang alveolar pada arah horizontal dan vertikal yang akan mempersulit pemasangan implan gigi, sehingga diperlukan upaya untuk menghambat proses resorpsi tulang alveolar sehingga dimensi tulang prosesus alveolar dapat dipertahankan hingga saat pemasangan implan gigi.
Preservasi soket pasca pencabutan gigi diperlukan untuk mempertahankan dimensi tulang alveolar. Selain itu, dapat mempercepat proses penyembuhan sekaligus mencegah resorpsi tulang. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa 伪-mangostin yang terkandung dalam kulit buah manggis (Garcinia mangostana) dapat mengurangi resorpsi tulang alveolar. Selain, itu sekaligus mempercepat proses penyembuhan tulang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan antara proses inflamasi dan diferensiasi osteoblastik setelah pemberian 伪-mangostin pada sel osteoblas. Proses inflamasi menurun dan diferensiasi osteoblas meningkat setelah pemberian 伪-mangostin pada sel osteoblas.
Penulis: Andra Rizqiawan, drg., Sp.BM., Ph.D.
Link:
Baca juga: Potensi Nano-anoda Silicon Quantum Dots dalam Baterai Lithium-ion untuk Masa Depan Energi Terbarukan





