Era pasar global ini menuntut semua perusahaan, baik perusahaan besar maupun kecil, seperti mikro, Usaha kecil dan menengah (UMKM), bersaing untuk memenangkan persaingan. Kehadiran pasar global bagi perusahaan besar dapat memacu semangat untuk terus berkarya dan unggul dalam persaingan. Namun, untuk perusahaan yang kecil seperti UMKM, pasar global merupakan suatu hal yang penuh tantangan. Kelemahan rata-rata UMKM adalah kurangnya pengetahuan dan kesiapan sumber daya manusia, sehingga UMKM sering bangkrut karena tidak mampu mempertahankan bisnis mereka. UMKM adalah salah satu penggerak perekonomian Indonesia; mereka berkontribusi secara signifikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menjaga kelangsungan hidup dan kinerja bisnis UMKM merupakan salah satu hal penting yang harus kita perjuangkan.
Kominfo Provinsi Jawa Timur menyebutkan jumlah UMKM sebanyak 64,1 juta jiwa dan kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp. 8,6 T (61,97%), jumlah UMKM di ekosistem digital 17,5 juta, Integrasi Investasi 60,4%, dan Penyerapan Tenaga Kerja sebesar 97%. Salah satu permasalahan UMKM adalah kesiapan sumber daya manusia, dimana ketika menerima pekerja; terkadang mereka tidak mampu bekerja secara langsung atau kurang memiliki kompetensi kerja. UMKM harus melakukan antisipasi kesediaan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutan pekerjaan. Kesiapan sumber daya manusia sangat penting mengingat hal tersebut sangat berperan dalam mewujudkan kinerja bisnis.
Kinerja bisnis merupakan hal yang sangat penting mengingat kinerja bisnis dipergunakan untuk mengukur kesuksesan perusahaan. Semakin tinggi kinerja bisnis, semakin sukses perusahaan. Untuk mengoptimalkan kinerja bisnis, perusahaan harus memiliki sumber daya yang memadai, baik sumberdaya berwujud maupun yang tak berwujud. Menurut Knowledge Resource Based Views (KBV) yang dipopulerkan oleh Grant di tahun 1996, sumber daya strategis yang dapat mewujudkan kesuksesan perusahaan justru terletak pada asset tak berwujudnya. KBV berfokus pada pengeolaan asset yang sifatnya spesifik, yakni asset tak berwujud, dan salah satu diantaranya adalah knowledge atau pengetahuan.
Pengetahuan merupakan salah satu aset tidak berwujud yang melekat pada sumber daya manusia, atau istilahnya disebut sebagai sumber daya manusia. Teori Resource Based View menyatakan bahwa salah satu faktor penentu kinerja bisnis dan keunggulan kompetitif adalah sumber daya internal perusahaan. Salah satu dari sumber daya internal perusahaan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia berkontribusi dalam menciptakan nilai ekonomi, yang diasumsikan dapat meningkatkan kinerja bisnis perusahaan.
Pengetahuan yang tinggi saja tidak cukup untuk meningkatkan kinerja perusahaan di pasar global jika tidak diimbangi dengan kesiapan sumber daya yang memadai untuk memahami kondisi pasar. Kesiapan sumber daya tersebut salah satunya adalah kesiapan sumber daya manusia. Kesiapsiagaan human capital
memainkan peran penting dalam melaksanakan strategi perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Miyagi et al. Di tahun 2019 menemukan bahwa semakin tinggi tingkat kesiapan sumber daya manusia suatu perusahaan maka semakin berpengaruh pula pelaksanaan strategi, termasuk strategi transgenik, untuk meningkatkan kinerja perusahaan
Persaingan bisnis global semakin kompetitif. Umumnya metode yang dapat digunakan untuk membuat
keunggulan kompetitif di pasar global meliputi orientasi pasar, inovasi dan orientasi kewirausahaan. Strategi yang digunakan perusahaan harus sejalan dengan tujuan perusahaan. Selain kesiapan sumber daya manusia, juga perlu dilakukan orientasi pasar global dalam upaya untuk meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Berbagai penelitian terdahulu menyatakan bahwa orientasi pasar global adalah salah satu faktor yang dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Orientasi pasar internasional dapat memberikan gambaran yang eksplisit tentang target pasar berikut produk yang ditawarkan perusahaan. Perusahaan yang berorientasi pada pasar global adalah perusahaan yang menjadikan target pasarnya sebagai parameter untuk menjalankan bisnis. Perusahaan dengan orientasi pasar internasional yang tinggi mempunyai dampak yang tinggi juga pada kinerja perusahaan.
Inovasi perusahaan juga diperlukan untuk tetap bertahan di pasar dengan persaingan yang tinggi. Hal ini juga berlau di UMKM. UMKM harus berupaya menciptakan inovasi yang beradaptasi dengan kondisi pasar global dan berrorientasi pada lingkungan. Inovasi ramah lingkungan dapat menjadi solusi bagi perusahaan untuk tetap menjalankan produksi dan kegiatan inovasi dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Inovasi ramah lingkungan tidak hanya diperlukan oleh perusahaan besar namun juga dibutuhkan oleh perusahaan kecil seperti UMKM
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh mediasi green innovation dalam pengaruh kesiapan human capital dan orientasi pasar global pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terhadap kinerja bisnis. Penelitian ini dilakukan pada UMKM di Jawa Timur, Indonesia yang berjumlah 326 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Parsial Least Square (PLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa green innovation secara parsial memediasi pengaruh kesiapan sumber daya manusia terhadap kinerja bisnis UMKM. Selain itu, inovasi ramah lingkungan juga memediasi pengaruh orientasi pasar global terhadap kinerja bisnis.
Penulis: Hidayatul Khusnah dan Noorlailie Soewarno
Jurnal: Human capital readiness and global market orientation to business performance: The mediation role of green innovation [Preparacin del capital humano y orientacin del mercado global hacia el desempeo empresarial: el papel mediador de la innovacin verde]





