51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Olahraga Terhadap Peningkatan Kepadatan Kolagen pada Penyembuhan Luka Cabut Gigi

Foto oleh mediko.ph

Bila anda termasuk orang yang kurang giat melakukan olahraga dan mempunyai problem kesehatan gigi, temuan dalam artikel ini diharapkan menjadi penyemangat anda untuk melakukan olahraga secara teratur. Berbagai penelitian makin makin mengungkap manfaat dari olahraga yang kita lakukan pada Kesehatan gigi dan mulut kita.

Olahraga sudah lama dikenal manfaatnya untuk menjaga dan meningkatkan Kesehatan tubuh manusi. Dalam masa pasca pandemic atau new normal seperti ini, olahraga teratur dan terukur mampu menghasilkan peningkatan sistem imun sehingga kita lebih kuat dalam menangkal infeksi virus dan bakteri. Dalam bidang kedokteran gigi-pun olahraga ternyata mempunyai banyak manfaat.  Selain mencegah penyakit periodontal, Latihan fisik juga mampu meningkatkan kecepatan penyembuhan luka di rongga mulut, termasuk luka pencabutan gigi.

Prevalensi pencabutan gigi di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 2,9%. Beberapa kasus pencabutan gigi menunjukkan terhambatnya penyembuhan luka yang disebabkan oleh beberapa faktor. Sebagai bagian dari proses penyembuhan luka secara umum, penyembuhan luka pasca pencabutan gigi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan optimal. Pada beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan oleh dosen Fakultas Kedokteran Gigi Unair, Aqsa Sjuhada Oki, latihan fisik dengan metode yang tepat terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka pada fase inflamasi. Latihan fisik yang lazim dilakukan oleh masyarakat berupa latihan aerobik dan anaerobik. Latihan fisik aerobic misalnya jogging, berenang, bersepeda dengan intensitas sedang; sedangkan latihan fisik anaerobic misalnya latihan beban. Kali ini penelitian berfokus untuk membandingkan efektivitas latihan fisik secara aerobik dan anaerobik yang dilakukan secara teratur, dalam penyembuhan luka pascapencabutan gigi, dengan melihat kepadatan kolagen sebagai indikatornya.

Tujuan penelitian ini adalah membuktikan perbedaan efektivitas penyembuhan luka pasca pencabutan gigi pada Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang diberi latihan kontinu aerobik dan anaerobik secara teratur berdasarkan gambaran kepadatan kolagennya. Untuk studi ini dipergunakan hewan coba tikus Wistar dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol tanpa latihan fisik dan diamati kepadatan kolagen pada hari ke-3 pasca pencabutan gigi (K1), kelompok kontrol tanpa latihan fisik dan diamati kepadatan kolagen pada hari ke-7 pasca pencabutan gigi (K2), kelompok perlakuan diberi latihan renang intensitas sedang dan diamati kepadatan kolagen pada hari ke-3 pasca pencabutan gigi (K3), kelompok perlakuan diberi latihan renang intensitas sedang dan diamati kepadatan kolagen pada hari ke-7 pasca pencabutan gigi (K4).  Selanjutnya, dilakukan penghitungan KRM (Kapasitas Renang Maksimum) dengan cara tikus direnangkan hingga tikus mulai tenggelam (munculnya gelembung udara) atau berhenti berenang. Waktu perlakuan dari kelompok kontrol dan perlakuan, yaitu 50% dari KRM. Setiap kelompok diberikan perlakuan yang berbeda.

Pada kelompok kontrol, tikus direndam dalam ember yang berisi air bersih yang dangkal dengan durasi selama 50% dari KRM, setiap hari, selama 14 hari. Pada kelompok perlakuan, tikus diberi latihan renang intensitas sedang kontinu di dalam ember yang berisi air bersih dengan diberi beban tambahan sebesar 3% dari BB tikus, durasi selama 50% dari KRM, setiap hari, selama 14 hari. Beban yang diberikan dapat berupa paper clip yang diikatkan dengan seutas benang kemudian diletakkan pada 1/3 dari pangkal ekor tikus. Pembuatan preparat dilakukan untuk melihat kepadatan serabut kolagen dengan pewarnaan Masson檚 Trichrome. Pemotongan dilakukan pada rahang bawah kiri tikus sebesar soket gigi setelah pencabutan gigi dengan mengikutkan jaringan normal sekitarnya. Jaringan difiksasi dengan menggunakan buffer formalin untuk mempertahankan struktur dan komponen dari sel. Kemudian dilanjutkan dengan teknik proses jaringan dengan metode parafin dan dilakukan pewarnaan dengan tujuan untuk memudahkan identifikasi pada komponen-komponen yang ada di dalam jaringan dengan menggunakan mikroskop cahaya.

Hasil pengukuran distribusi kolagen pada tikus kelompok kontrol dan perlakuan dianalisa secara statistic dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows dengan tingkat signifikansi 0.05 (p=0.05) dan taraf kepercayaan 95% (伪 = 0,05). Uji yang digunakan meliputi uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov test dan uji homogenitas dengan Levene檚 test dan uji komparasi denganOne Way ANOVA dan Post-Hoc Tukey test.

Terdapat perbedaan yang signifikan antara 4 kelompok. Pada hasil di atas menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara 4 kelompok sehingga dapat dilanjutkan uji beda antar kelompok, yaitu Post-Hoc Tukey test.  Hasil dari Post-Hoc Tukey Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0.05) pada kelompok K1 dengan K4, K2 dengan K4 dan K3 dengan K4. Pada hasil Post-Hoc Tukey Test menunjukkan terdapat perbedaan yang tidak signifikan (p> 0.05) pada kelompok K1dengan K2, K1 dengan K3 dan K2 dengan K3. Kepadatan kolagen dalam proses penyembuhan luka berbeda bermakna antara kelompok K1 dengan K4 dan K2 dengan K4

Hasil penelitian ini memperkuat beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh peneliti bahwa olahraga mampu memperbaiki oksigenasi jaringan yang pada akhirnya meningkatkan kecepatan penyembuhan luka melalui peningkatan kepadatan kolagen. Peneliti telah meneliti hal serupa dengan berbagai variable yang berbeda, dan hasilnya tetap konsisten,

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan baik latihan olahraga dengan dosis yang metode yang tepat mampu meningkatkan kecepatan penyembuhan luka pasca pencabutan gigi di rongga mulut. Penelitian ini adalah bagian dari pohon penelitian yang dikembangkan di Fakultas Kedokteran Gigi Unair yang disebut dengan Sports Dentistry, yang berkonsentrasi untuk mengungkap manfaat olahraga terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Detil publikasi

Penulis

  1. Aqsa Sjuhada Oki, drg, MKes (Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi 51动漫)
  2. Nadya Melinda
  3. Zhilla Cantika Az Zahra

Judul:

Differences in Collagen Density of Post-Tooth Extraction Socket after Aerobic and Anaerobic Physical Exercise in Wistar Rats (Rattus Novergicus)

Jurnal

  • Nama jurnal : Teikyo Medical Journal
  • Publisher: Teikyo University School of Medicine
  • E-ISSN: 2442-9740
  • Tahun/Volume/No/Hal : 2022/45/2/5163-5169

Link:

AKSES CEPAT