51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Paparan Rokok Konvensional dan Rokok Elektrik Terhadap Perkembangan Penyakit Aterosklerosis

Prediktor Paparan Rokok pada Remaja yang Tidak Merokok
Foto: Liputan6

Rokok, baik itu rokok konvensional maupun rokok elektrik, diketahui menjadi penyebab utama berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah. Di Indonesia, angka perokok sangat tinggi, mencapai lebih dari 69 juta orang. Sementara itu, penggunaan rokok elektrik juga meningkat pesat karena sering dianggap sebagai alternatif yang lebih aman. Padahal, bukti ilmiah menunjukkan bahwa keduanya memiliki potensi merusak kesehatan, khususnya sistem kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dampak paparan asap rokok biasa dan uap rokok elektrik terhadap pembentukan aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak) menggunakan tikus Wistar sebagai model penelitian.

Penelitian dilakukan terhadap 21 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol (tidak terpapar asap), kelompok yang dipaparkan asap rokok konvensional, dan kelompok yang dipaparkan uap rokok elektrik. Masing-masing kelompok yang dipaparkan menerima dosis nikotin setara selama 30 menit per hari, lima hari dalam seminggu, selama 12 minggu. Setelah periode perlakuan, dilakukan pemeriksaan darah dan jaringan pembuluh darah untuk melihat tanda-tanda peradangan serta ketebalan dinding arteri sebagai indikator awal aterosklerosis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis rokok menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah (intima-media thickness/IMT) secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Kadar MCP-1, yaitu penanda peradangan, meningkat secara signifikan pada kelompok rokok biasa, sedangkan kelompok rokok elektrik juga mengalami peningkatan meski tidak terlalu mencolok. Histologi jaringan memperlihatkan adanya garis lemak (fatty streaks) dan kerusakan struktur elastis pembuluh darah pada kedua kelompok yang terpapar asap atau uap rokok.

Selain itu, ditemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara efek rokok konvensional dan rokok elektrik terhadap kerusakan pembuluh darah攌eduanya sama-sama memicu perubahan awal yang mengarah pada aterosklerosis. Hal ini memperkuat bukti bahwa rokok elektrik bukanlah alternatif yang lebih aman. Meskipun kandungan kimia dalam uap rokok elektrik lebih sedikit dibanding rokok konvensional, tetap saja zat seperti nikotin, propilen glikol, dan gliserin yang terhirup bisa memicu peradangan dan stres oksidatif. Karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa rokok elektrik tetap berisiko, dan keduanya patut dihindari untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa meskipun rokok elektrik tidak menghasilkan asap seperti rokok biasa, uap yang dihasilkannya tetap mengandung zat berbahaya yang dapat merusak pembuluh darah. Artinya, rokok elektrik bukanlah alternatif yang aman. Keduanya memiliki potensi risiko yang sama dalam menyebabkan gangguan pada sistem pembuluh darah, sehingga perlu adanya peningkatan kesadaran dan pengawasan dari masyarakat maupun pihak berwenang.

Penulis:
I Gde Rurus Suryawan, Meity Ardiana, Tony Santoso Putra, A’rofah Nurlina Puspitasari, Priangga Adi, Wynne Widiarti, Pandit Bagus Tri Saputra

Referensi/Link Publikasi :

Suryawan IGR, Ardiana M, Putra TS, Puspitasari AN, Adi P, Widiarti W, Saputra PBT. The impact of conventional and electronic cigarette exposure on atherosclerosis development in Rattus norvegicus. Egypt Heart J. 2025 Mar 26;77(1):35. doi: 10.1186/s43044-025-00626-2. PMID: 40138141; PMCID: PMC11947340.

AKSES CEPAT