51动漫

51动漫 Official Website

Pengaruh Ruang Tekanan Udara Negatif terhadap Aerosol yang dihasilkan pada Perawatan Gigi dengan Perangkat Ultrasonik

Efek Antibakteri Metabolit Gigi Sulung dengan Alfa-Mangostin
Ilustrasi gigi (foto: Cobra Dental)

Pada bulan Desember 2019, Organisasi Kesehatan Dunia pertama kali memberi nama penyakit virus corona yang baru ditemukan di Wuhan sebagai virus corona novel 2019 (2019-nCoV), yang disebabkan oleh Virus Corona Sindrom Pernapasan Akut Berat-2 (SARS-CoV-2). Penyakit Covid-19 menyebar dengan cepat ke lebih dari 190 negara, dan dampaknya sangat besar baik secara sosial maupun ekonomi. Dokter gigi berada dalam risiko tinggi paparan saat menjalankan tugas mereka karena prosedur penyedotan gigi dapat menghasilkan aerosol, yang menjadi media penularan Covid-19. Di seluruh dunia, upaya besar dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus dan mencari obat yang efektif. Saat ini, vaksin yang efektif sedang dikembangkan untuk melawan Covid-19 dengan harapan memperoleh kekebalan kelompok, meskipun proses ini membutuhkan waktu dan ketidakpastian masih ada mengenai berapa lama antibodi bisa bertahan.

Dalam situasi pandemi Covid-19, dokter gigi memiliki risiko paparan yang sangat tinggi karena prosedur yang menghasilkan aerosol (Aerosol Generating Procedure 淎GP) selama perawatan gigi adalah cara utama penularan penyakit ini. AGP adalah prosedur yang dapat menghasilkan aerosol dari berbagai ukuran yang tidak dapat dihindari pada pasien. Pemerintah Inggris melalui National Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group telah menyatakan bahwa prosedur gigi termasuk dalam kategori yang berpotensi menghasilkan aerosol. Oleh karena itu, WHO menyarankan penggunaan ruang perawatan gigi dengan tekanan udara negatif yang dilengkapi dengan pengatur udara, kipas pembuangan, filter udara HEPA, dan lampu UV untuk mengendalikan aerosol. Namun, efektivitas ruang dengan tekanan udara negatif dalam mengendalikan aerosol masih belum jelas, terutama karena aerosol dapat bertahan dalam udara terbuka untuk waktu yang lama. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diperlukan untuk memahami pola distribusi aerosol dalam lingkungan klinis yang sebenarnya dan mengevaluasi seberapa efektif ruang dengan tekanan udara negatif dalam mengurangi risiko penularan.

Penulis: Setyabudi, drg., SpKG(K)

Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Setyabudi, Ida Bagus Narmada, Dian Agustin Wahjuningrum, Ernie Maduratna Setyawati, Theresia Indah Budhy, Dini Setyowati, Tamara Yuanita, Niraj Kinariwala, Anuj Bhardwaj. [2024] Negative Air Pressure Room Effect on Aerosol Distribution Patterns During Dental Procedures Using Ultrasonic Device.

AKSES CEPAT