51动漫

51动漫 Official Website

Pengelolaan Lingkungan Kota Surabaya, Contoh Nyata Inovasi Pelestarian Lingkungan

Seminar Nasional Eco Polis 2025 Narasumber Dedik Arianto. (Foto: Istimewa)
Seminar Nasional Eco Polis 2025 Narasumber Dedik Arianto. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Dalam rangka menutup serangkaian kegiatan Eco Polis Competition 2025, Kementerian Lingkungan Hidup 51动漫 (UNAIR) menyelenggarakan Seminar Nasional Eco Polis pada Ahad (28/9/2025), di Ruang 2.08, Lantai 2 Gedung Kuliah Bersama, Kampus Merr-C, UNAIR. Kegiatan bertema Green Action: Inovasi Berbasis Lingkungan untuk Pelestarian Alam itu menyuguhkan Dedik Irianto selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Surabaya dan Neng Himatul Aliya selaku Ketua Trash Ranger Jawa Timur sebagai narasumber.

Dedik Irianto menyampaikan bahwa bumi tengah menghadapi kondisi kritis akibat perilaku manusia, termasuk meningkatnya intensitas bencana alam. Menurutnya, secara teori setiap orang rata-rata menghasilkan 0,6 kilogram sampah per hari, sehingga jumlah sampah akan terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk. 

淥leh karenanya, akan sangat berbahaya jika kita semakin abai dan tidak melakukan tindakan apapun untuk memelihara lingkungan agar semakin lestari, jelasnya. 

Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, sehingga Pemerintah Surabaya melakukan pergerakan pentahelix dalam pengelolaannya. 淧entingnya untuk menjaga sampah, karena sampah yang kita buang akan terbawa ke laut, mencemarinya, menyebabkan plankton tidak maksimal dalam produksi oksigen yang menjadi kebutuhan kita, imbuhnya. 

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Surabaya telah menjadi contoh berbagai inovasi pengelolaan lingkungan. Di antaranya transportasi umum yang dibayar dengan sampah plastik, yakni Suroboyo Bus melalui aplikasi Go Bis. Kemudian, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang telah memanfaatkan waste to energy dengan memproduksi listrik hingga 11 Megawatt dari gas metana sampah.

Dedik menyoroti upaya pengurangan sampah plastik melalui Peraturan Walikota No. 16 Tahun 2022. Upaya pengembangan kampung zero waste yakni mengelola sampah secara mandiri, serta inovasi penggunaan popok dan pembalut guna ulang untuk mengurangi bahaya mikroplastik. 淪ampah sekali pakai berbahaya karena gel yang terkandung dapat menutup ekosistem sungai. Edukasi masyarakat menjadi kunci agar inovasi ini bisa berjalan, pungkasnya.

Sementara itu, Neng Himatul Aliya membawakan materi Power Up Gen Z: Wujud Aksi Selamatkan Bumi. Ia mengingatkan bahwa bumi telah memberi banyak 渒ode melalui peningkatan suhu global, deforestasi, dan degradasi lingkungan yang semakin memperparah kondisi lingkungan. Namun, masyarakat masih sering abai.

Menurutnya, generasi muda harus terlibat aktif sebagai upaya dalam membantu pemerintah melalui langkah kecil namun konsisten. Seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi plastik sekali pakai dan menjaga sanitasi.

淧R menjaga lingkungan bukan hanya PR pemerintah, tetapi PR wajib setiap individu, tegasnya. 

Ia menambahkan, bahwa generasi muda yang tidak memiliki wadah penyaluran ide, Trash Ranger menjadi solusi sebagai wadah kolaboratif untuk mewujudkannya. 淏anyak inovasi yang bisa dilakukan sesuai dengan bidang yang kita punya. Apa yang kita lakukan saat ini berawal dari mindset dan kebiasaan, jelasnya.

Neng juga menekankan pentingnya hubungan antara lingkungan dan kesehatan. 淒engan memahami peran mikroorganisme serta menerapkan pola makan sehat, kita tidak hanya mencegah penyakit, tetapi juga berkontribusi memulihkan lingkungan. Oleh karena itu, lingkungan dan kesehatan adalah dua sisi yang saling melengkapi, tegasnya. 

淪eribu narasi akan kalah dengan satu aksi konsisten.

Penulis: Bethari Sri Indrajayanti

Editor: Khefti Al Mawalia

AKSES CEPAT