Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki risiko tinggi kelahiran bayi dengan gastroschisis. Gastroschisis merupakan salah satu cacat lahir dengan kondisi organ (usus) yang keluar dari rongga perut. Dilaporkan bahwa kasus Gastroschisis telah meningkat selama 25 tahun terakhir dari 0,1 menjadi 1 kasus per 10.000 kelahiran hidup di negara maju dan dari 3 menjadi 5 kasus per 10.000 kelahiran di negara berkembang.
Penanganan gastroschisis dengan metode penutupan bertahap menggunakan SILO (silastic springs-loaded silo) menghasilkan tingkat infeksi yang lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan primer. Berdasarkan kondisi tersebut, dikembangkan material alternatif yaitu Poly L-Lactic Acid (PLLA)-Kolagen dengan pelapisan Kitosan, yang bersifat biokompatibel (dapat menyesuaiakn kecocokan dengan tubuh) dan tidak toksik.
PLLA dipilih karena bersifat elastis, biokompatibel, dan memiliki sifat mekanik yang baik. Penambahan kolagen bertujuan untuk meningkatkan kekuatan mekanik Silo. Selanjutnya, Kitosan sebagai material pelapis berperan dalam mengurangi risiko efek samping seperti infeksi dan mikroba, serta meningkatkan proliferasi dan perlekatan sel. Sehingga diharapkan SILO yang terbentuk dapat mendukung proses masuknya kembali usus bayi ke dalam rongga perut.
Hasil SEM menunjukkan nilai pori keseluruhan sebesar 4,42-6,67 碌m, sehingga dapat memenuhi ukuran pori goretex dengan kisaran 0-25 碌m. Hasil uji kuat tarik diperoleh nilai UTS dinding perut adalah 2-9,2 MPa, sampel K2 (PLLA:Kolagen 5:0,75%) dengan nilai UTS sebesar 8,56 MPa dikategorikan telah memenuhi standar. Hasil uji sudut kontak menunjukkan bahwa sampel dengan lapisan Kitosan memiliki sifat hidrofilik yang lebih baik dibandingkan sampel PLLA-Kolagen tanpa lapisan Kitosan. Membran SILO yang terbentuk diketahui tidak bersifat toksik dari hasil uji sitotoksisitas yang menunjukkan persentase sel hidup lebih dari 70%. Berdasarkan hasil uji secara in-vitro membran SILO dari material PLLA-Kolagen dengan pelapisan Kitosan merupakan kandidat penutup organ pencernaan yang baik dan sesuai.
Penulis: Prihartini Widiyanti
Link Jurnal:





