51动漫

51动漫 Official Website

Pengembangan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Desa Pesing, Purwoasri, Kediri

Implementasi program pembangunan berkelanjutan kini tidak hanya menjadi prioritas di wilayah kota-kota besar di Indonesia. Akan tetapi, juga merambah hingga ke seluruh wilayah pedesaan. Salah satu wujud pembangunan berkelanjutan dalam kesejahteraan masyarakat desa adalah perpustakaan desa berbasis inklusi sosial.

Pengembangan perpustakaan inklusi sosial menjadi hal yang urgen karena berkaitan dengan adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, berkaitan pula dengan hak mendapatkan layanan perpustakaan sehingga masyarakat bisa memperkaya wawasan serta informasi.

Perpustakaan Inklusi

Pada tahun 2021, Departemen Informasi dan Perpustakaan melaksanakan kegiatan Pengabdian masyarakat bertajuk 淧engembangan Pengembangan Perpustakaan Desa Berbasis Inklusi Sosial di Desa Pesing Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur.

淧ada beberapa perpustakaan khususnya perpustakaan desa berbasis inklusi sosial kami masih menemukan bahwa pengelola bersikap pasif dalam mempromosikan kegiatannya. Sehingga masyarakat belum merasa membutuhkan apalagi tertarik untuk memanfaatkan layanan salah satunya di Perpustakaan Desa Pesing ini, tutur Ragil Tri Atmi, S.IIP., M.A. sebagai ketua pelaksana Pengabdian Masyarakat.

Sehingga, lanjut Ragil, perlu adanya sosialisasi dan pelatihan terkait peningkatan layanan dan kualitas SDM perpustakaan desa.

Program terlaksana melalui tiga tahapan pelaksanaan mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga evaluasi. Pelaksanaan program berlangsung melalui beberapa kegiatan yaitu melaksanakan desain ruang perpustakaan dengan memberikan sentuhan unik pada rak buku perpustakaan.

Kemudian, berlanjut dengan kegiatan sosialisasi terkait pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang tersampaikan oleh Dr. Tri Soesantari, MSi, s dosen pengajar di Departemen Informasi dan Perpustakaan 51动漫. Selanjutnya, pelatihan teknis pengelola perpustakaan terkait analisis subjek dan klasifikasi koleksi.

Dalam menilai keberhasilan program tim pengabdian masyarakat melakukan survey terhadap peserta. Data pre-test menunjukkan sebanyak 60% peserta kurang memahami dan menguasai materi. Setelah selesai kegiatan, panitia melakukan survey dengan melakukan post-test.

Data menunjukkan sebanyak 25% peserta sangat mengerti, sebanyak 60% memahami dan mengerti dan peserta yang kurang memahami turun menjadi 15%. Sehingga kesimpulannya adalah bahwa program ini memberikan dampak terhadap peserta dan menjadi bekal dalam pengelolaan perpustakaan desa.

Harapannya melalui program ini mampu meningkatkan kemampuan teknis tentang analisis subyek dan klasifikasi pengelola Perpustakaan desa. Hal tersebut juga sebagai upaya untuk mendukung pemberdayaan masyarakat melalui koleksi Perpustakaan desa yang mampu memberikan pengetahuan untuk membantu pekerjaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Pesing.

Penulis: TIM Pengmas Departemen Ilmu Perpustakaan, FISIP

Link Jurnal: https://journal.umtas.ac.id/index.php/ABDIMAS/article/view/2445

AKSES CEPAT