Sidik jari merupakan salah satu bukti penting di Tempat Kejadian Perkara (TKP) suatu kejahatan. Sidik jari mampu mengidentifikasi individu karena setiap orang memiliki sidik jari yang unik atau berbeda dengan orang lain. Sidik jari yang biasa ditemukan di TKP adalah sidik jari laten, dimana residu dari sidik jari tidak bisa dilihat langsung oleh mata. Oleh karena itu dibutuhkan serbuk sidik jari (fingerprint powder) untuk mendapatkan cetakan sidik jari laten. Salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai serbuk silidk jari adalah silika.
Pada penelitian ini, sumber silika diperoleh dari lumpur Lapindo. Bencana semburan Lumpur Lapindo pada 27 Mei 2006 menyisakan luapan lumpur yang terus mengalir. Luapan lumpur saat ini dibendung oleh tanggul yang cukup kuat, akan tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi peluapan yang menimbulkan masalah baru, sehingga banyak peneliti melakukan kajian mengenai pemanfaatan dan nilai ekonomis dari Lumpur Lapindo. Pada penelitian ini dibuat serbuk sidik jari yang terbuat dari silika gel yang diekstrak dari Lumpur Lapindo dengan perlakuan panas dan impregnasi dengan metil jingga sebagai pewarna agar memberikan visualisasi yang lebih jelas. Hasil yang akan didapatkan berupa serbuk sidik jari fluoresensi yang diharapkan dapat digunakan sebagai pendeteksi sidik jari laten dengan kontras yang tinggi di berbagai substrat.
Departemen Kimia FST 51¶¯Âþ melalui Penelitian Unggulan Fakultas telah memanfaatkan Lumpur Lapindo menjadi silika gel sebagai serbuk identifikasi sidik jari berfluoresensi dan diaplikasikan pada berbagai substrat berpori seperti kertas dan non-pori seperti gelas atau kaca, logam, DVD dan mika plastik yang selanjutnya diamati di bawah cahaya putih dan cahaya UV. Kandungan silika yang tinggi dalam material lokal Lumpur Lapindo telah berhasil diekstraksi secara hidrometalurgi dengan metode sol-gel kemudian permukaannya dilapisi dengan metil jingga. Serbuk tersebut menunjukkan struktur amorf dan ukuran nanopartikel dengan diameter partikel rata-rata 80,93 nm dengan morfologi bulat yang saling berhubungan membentuk aglomerasi. Serbuk tersebut mengandung gugus fungsi silanol, siloksan, azo, dan karboksilat yang berasal dari prekursornya. Metode pendebuan (dusting) membuktikan kinerja serbuk sidik jari fluoresensi yang mengandung 0,05 gram metil jingga per gram gel silika adalah yang paling efektif dalam mengungkap pola sidik jari pada permukaan yang tidak berpori. Serbuk tersebut memiliki sifat mesopori dengan luas permukaan spesifik 7,95 m2g−1 dan diameter pori sebesar 23,14 nm. Serbuk yang disintesis mempertahankan kemampuan penuhnya setelah dua tahun penyimpanan, yang menunjukkan bahwa bubuk tersebut merupakan pilihan yang bagus untuk investigasi forensik.
Penulis: Qurrota A’yuni, S.Si., M.Si.
Link:
Baca juga: Transformasi Lumpur Vulkanik Lapindo Menjadi Silika Xerogel Mesopori dan Performanya





