Kebersihan tangan adalah cara paling efektif untuk mengurangi penyebaran patogen dan kejadian infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIs) di fasilitas perawatan kesehatan. Efektivitas gosok tangan dalam menghilangkan mikroorganisme yang hidup di tangan dinilai melalui budaya tangan.
Dua teknik hand culture sampling yang sering digunakan untuk menilai efektivitas cuci tangan adalah teknik hand gloves dan swab. Teknik ini bertujuan untuk membandingkanteknik th e culture sampling dalam menilai efektivitas cuci tangan menggunakan produk hand rub berbasis alkohol.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah mencuci tangan menggunakan gosok tangan pada mikroorganisme liminating pada tangan (Sig = 0,000). Namun, efektivitas penggunaan tiga saluran gosok tangan berbasis alkohol (chlorhexidine gluconate, n-propanol, dan hidrogen peroksida) dalam menghilangkan mikroorganisme adalah sama. Penelitian ini juga menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara aplikasi tiga produk hand rub
Pada semua teknik pengambilan sampel kultur tangan yang digunakan (Sig =0,126). Terdapat perbedaan penggunaan teknik culture sampling terhadap hasil hand culture (Sig = 0,000). Kesimpulan: Penggunaan produk hand rub berbasis alkohol dengan kombinasi hlorhexidine gluconate, n-propanol, dan hidrogen peroksida memiliki efektivitas yang sama dalam menghilangkan mikroba pada tangan urface. Teknik sarung tangan lebih baik menggambarkan penghapusan mikroorganisme setelah mencuci tangan. Meskipun tidak dapat menggantikan teknik sarung tangan, teknik swab dapat digunakan sebagai teknik alternatif di periferal Fasilitas perawatan kesehaatan.
Artikel Ini ditulis oleh : Dr. Puspa Wardhani, dr. Sp.PK(K)
Dan dapat di akses di url:





