51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Pengetahuan dan Sikap Ibu Balita Tentang Imunisasi Mempengaruhi Kepatuhan Imunisasi Rutin

Penyebab utama kematian balita adalah penyakit menular seperti pneumonia dan diare. Salah satu faktor yang dapat mencegah penyakit yang menyebabkan kematian pada balita adalah kelengkapan imunisasi pada balita tersebut di saat mereka masih bayi.

Berdasarkan program kementerian kesehatan imunisasi ada bermacam-macam yaitu imunisasi dasar lengkap, imunisasi lanjutan, imunisasi rutin dan imunisasi kejar.

Imunisasi dasar lengkap adalah imunisasi yang wajib diberikan kepada bayi sebelum umur 1 tahun yaitu terdiri dari :

  • Bayi berusia kurang dari 24 jam: Imunisasi Hepatitis B (HB-0)
  • Bayi usia 1 bulan: BCG dan Polio 1
  • Bayi usia 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2, dan
  • Bayi usia 3 bulan: DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3
  • Bayi usia 4 bulan: DPT-HB-Hib 3, Polio 4, IPV atau Polio suntik, dan Rotavirus
  • Bayi usia 9 bulan: Campak atau MR

Imunisasi lanjutan adalah adalah imunisasi yang diberikan kepada anak umur 18-24 bulan yaitu terdiri dari :

  • DPT-HB-Hib sebanyak 1 kali
  • Campak Rubela atau MR sebanyak 1 kali

Imunisasi lanjutan diperlukan sebab imunisasi dasar lengkap saja tidak cukup untuk memberikan perlindungan pada anak terhadap penyakit tersebut di atas,  sehingga ada beberapa imunisasi yang perlu diulang di usa anak 18 “ 24 bulan, agar balita mempunyai kekebalan yang cukup untuk mencegah tidak sakit penyakit yang mematikan tersebut.

Imunisasi yang dapat membentuk respon imun sehingga balita mempunyai kekebalan yang baik apabila imunisasi tersebut diberikan sesuai dengan jawal waktu imunisasi, yang disebut dengan imunisasi rutin.

Bila balita tidak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, maka diupayakan untuk mengejar agar semua imunisasi tersebut dapat diberikan kepada balita. Inilah yang disebut dengan imunisasi kejar yang tentu manfaatnya tidak sebaik imunisasi rutin.

Pencapaian cakupan imunisasi rutin pada balita dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap imunisasi tersebut. Ibu balita yang pengetahuan nya baik dan sikapnya positif akan mempengaruhi pencapaian dari imunisasi rutin pada balita yang dampaknya akan menurunkan angka kematian pada balita.  Dan telah dibuktikan dengan penelitian pada ibu balita yang ada di desa Wage, kecamatan Taman, Sidoarjo. Bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu balita terhadap pencapaian imunisasi rutin pada balita. Untuk itu kepatuhan dalam imunisasi balita sesuai dengan jadwal imunisasi penting untuk ditingkatkan, dengan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita melalui penyuluhan kesehatan.

Penulis: Dahlia Febrica Sawitri , Lilik Djuari , Astika Gita Ningrum , Euvanggelia Dwilda F

AKSES CEPAT