Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel sosiodemografi (jenis tempat tinggal, umur, pekerjaan, tingkat pendidikan, dan indeks kekayaan) dengan variabel terpaan media, dengan pengetahuan tentang human immunodeficiency virus (HIV) di kalangan wanita. Data yang digunakan adalah data sekunder dari bagian Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SKDI) Wanita Usia Subur (WUS) tahun 2017. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumah tangga di Indonesia terdiri dari ibu usia subur (kisaran 15-49 tahun), dengan jumlah sampel sebanyak 49.627 individu. Analisis chi-square, korespondensi, dan t-test diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosiodemografi yang meliputi jenis tempat tinggal, umur, pekerjaan, tingkat pendidikan, indeks kekayaan, dan variabel keterpaparan media berhubungan dengan pengetahuan tentang HIV. Namun, masih ada kesalahpahaman dan pengetahuan yang tidak akurat tentang HIV di kalangan perempuan. Studi ini menemukan bahwa semua variabel sosio-demografis (tipe tempat tinggal, indeks kekayaan, tingkat pendidikan, kelompok umur, dan pekerjaan) dan variabel paparan media memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan tentang HIV. Korelasi antara variabel tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang HIV merupakan korelasi yang paling kuat diantara variabel sosiodemografi lainnya.
Indonesia adalah salah satu negara Asia dengan tercepat pertumbuhan epidemi human immunodeficiency virus (HIV). Data terakhir menunjukkan india berada di urutan ketiga setelah India dan China. Penyebaran HIV di india tumbuh 16% di bawah Cina (22%) dan India (31%). Dua puluh tiga persen pertumbuhan penyebaran HIV di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, terjadi di kalangan remaja
Pengetahuan tentang HIV merupakan faktor penting dalam penyebaran HIV dan AIDS. Studi ini mengkaji korelasi antara variabel sosio-demografi dan paparan media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel sosiodemografi (yaitu jenis tempat tinggal, indeks kekayaan, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan kelompok umur) dan paparan media berhubungan dengan pengetahuan HIV. Variabel kualifikasi pendidikan adalah variabel sosiodemografis yang memiliki hubungan paling kuat dengan pengetahuan tentang HIV. Media massa mendukung kampanye memiliki nilai strategis, mengingat bahwa di masyarakat masih terdapat miskonsepsi tentang HIV dan risiko penyebaran penyakit tersebut, terutama di kalangan perempuan. Hasil penelitian ini memiliki implikasi kebijakan berupa peningkatan akses masyarakat terhadap informasi tentang HIV/AIDS melalui media massa. Kecenderungan masyarakat untuk beralih ke media sosial perlu dikembangkan model kampanye pencegahan HIV melalui media sosial. Selain itu, perlu dikembangkan model penyuluhan kesehatan reproduksi pada remaja berbasis aplikasi android.
Penulis: Dr. Muhammad Saud
Link Jurnal:





