Stres adalah suatu kondisi yang memicu perubahan perilaku dan keadaan fisiologis, yang mempengaruhi kesehatan mental. Diketahui bahwa Beta-Ionone, suatu senyawa volatil terpenoid monosiklik yang banyak ditemukan di berbagai tanaman. Seperti wortel, tomat, dan apel, memiliki efek anti-stres dan antidepresan. Senyawa keton dalam Beta-Ionone dapat bekerja sebagai antagonis Corticotropin-releasing factor (CRF) sehingga kadar kortisol dalam darah menurun. Kadar kortisol yang berlebihan dilaporkan dapat menyebabkan gangguan kecemasan dan depresi serta perubahan perilaku berupa menghindari situasi atau lingkungan baru, rasa malu, dan kecenderungan untuk menjadi introvert.
Penggunaan parfum secara inhalasi dapat secara cepat menghantarkan molekul zat yang dapat merangsang penurunan tingkat stres saat melakukan aktivitas sehari-hari. Pemilihan wewangian dalam parfum akan mempengaruhi persepsi sensorik penggunanya. Menurut penelitian, wewangian yang digunakan mempengaruhi persepsi sensorik terhadap produk yang digunakan secara topikal. Sehingga pemilihan wewangian sangat penting dalam meningkatkan penerimaan dan kualitas produk. Selain itu, aroma juga akan mempengaruhi suasana hati seseorang. Telah dilaporkan bahwa bau yang enak akan menyebabkan suasana hati yang baik, dan bau yang kurang enak akan menyebabkan suasana hati menjadi buruk. Pemilihan wewangian yang tepat akan mengurangi stres dan meningkatkan fokus. Sejauh ini, tidak ada penelitian yang mengeksplorasi efek anti-stres dari parfum Beta-Ionone padahal Beta-Ionone memiliki bau enak yang identik seperti wangi violet dan telah banyak digunakan dalam parfum, sabun, kosmetik, dan deterjen.
Tim peneliti dari Fakultas Farmasi 51动漫 telah melakukan studi penelitian mengenai efek penambahan Beta-Ionone sebagai wewangian dalam parfum pada hewan coba. Parfum Beta-Ionone diformulasikan dengan komposisi: Minyak Bergamot, Minyak Lavender, Minyak Eucalyptus, Tea Tree Oil, dan Minyak Nilam untuk menghasilkan beberapa jenis parfum yang memiliki karakteristik bau yang berbeda. Efektivitas anti-stres parfum-parfum tersebut kemudian dievaluasi pada mencit yang diinduksi stres. Di mana dilakukan dengan metode pengekangan hewan uji selama satu jam setiap hari selama satu minggu. Parfum kemudian diberikan melalui rute inhalasi setiap hari. Tingkat stres tikus dievaluasi melalui parameter perilaku menggunakan tail suspension test serta pengamatan kadar kortisol serum.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa menghirup parfum dapat menurunkan waktu imobilitas mencit, meskipun penambahan Beta-Ionone tidak memberikan perbedaan yang signifikan. Hasil pengujian kadar kortisol serum menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar kortisol serum dengan menghirup parfum Beta-Ionone. Namun penggunaan minyak Eucalyptus pada kadar yang tinggi, malah mengakibatkan stres, yang diduga disebabkan oleh senyawa 1,8-sineol yang terkandung dalam minyak tersebut. Dengan upaya ini, masih diperlukan studi lebih lanjut mengenai potensi Beta-Ionone dalam pemanfaatannya sebagai parfum anti-stress.
Penulis:
Baca juga: Minyak Esensial Dari Kulit Lemon Dapat Membantu Menyembuhkan Sariawan





