Mastitis atau radang ambing adalah salah satu penyakit yang paling sering menyerang kambing perah. Penyakit ini membuat produksi susu turun drastis hingga sampai setengah produksi susu normal. Obat anti radang seperti deksametason menjadi salah satu jalan ninja peternak untuk membantu kambing cepat pulih dari mastitis. Deksametason bekerja menekan peradangan dan menurunkan stres dengan turunnya hormon kortisol. Kambingpun terlihat lebih tenang dan tidak kesakitan. Tapi penggunaan deksametason ini bisa menjadi bumerang bila digunakan melebihi dosis yang seharusnya.
Penelitian kambing perah yang mengalami mastitis subklinis diterapi deksametason dengan tiga tingkat dosis yaitu dosis minimum (0,04 mg per kilogram berat badan), dosis maksimal (0,1 mg/kg), dan dosis toksik (0,12 mg/kg) menunjukkan fakta yang harus diketahui akibat penggunaan tanpa anjuran dokter hewan. Penggunaan dosis minimum hingga maksimal masih aman dan bisa membantu menurunkan stres akibat radang. Saat dosis dinaikkan menjadi 0,12 mg/kgBB justru memunculkan efek yang tidak diinginkan seperti penurunan Luteinizing Hormone (LH) ikut turun. Hormon LH merupakan salah satu hormon yang mengatur birahi dan proses pembuahan pada kambing betina. Jika hormon ini terlalu rendah, kambing bisa sulit kawin, terlambat birahi, bahkan tidak bisa bunting. Dengan kata lain, dosis deksametason yang terlalu tinggi bisa membuat kambing berhenti bereproduksi. Artinya kambing perah akan berhenti memproduksi susu untuk siklus berikutnya.
Selain itu, penggunaan dosis tinggi juga bisa menyebabkan gangguan pada sistem tubuh lain dengan meningkatnya kortisol sebagai penanda stres. Dampak buruknya yaitu daya tahan tubuh akan menurun dan menimbulkan stres fisiologis yang berkepanjangan. Jadi meskipun kambing terlihat membaik setelah disuntik deksametason. Bukan berarti juga semakin tinggi dosisnya semakin baik. Deksametason seperti pisau tajam yang sangat berguna bila digunakan dengan benar namun berbahaya kalau berlebihan. Peternak perlu memperhatikan penggunaan tanpa didasari penghitungan dosis anjuran dan terapi yang tepat dari dokter hewan dapat menjadi permasalahan berkepanjangan. Menghemat biaya sedikit dapat membuat pengeluaran malah semakin bertambah dengan kerugian kesehatan dari ternak yang tak sembuh ataupun mati.
Jangan memberikan suntikan tambahan sendiri tanpa pengawasan. Jika kambing masih terlihat sakit setelah pengobatan jangan langsung menambah dosis. konsultasikan dulu dengan dokter hewan. Obat anti-radang seperti deksametason memang sangat membantu dalam penanganan mastitis tetapi harus dipakai dengan bijak. Tujuannya membuat kambing cepat sembuh dan harus tetap memastikan kambing bisa beranak dan terus memproduksi susu dalam jangka panjang. Dengan pengawasan dosis yang tepat, deksametason bisa menjadi sahabat bagi peternak, bukan ancaman bagi kesuburan kambing perah.
Penulis: Amung Logam Saputro, drh., M.Si.
Selengkapnya dapat dilihat pada artikel berjudul Impact of dexamethasone on cortisol and luteinizing hormone levels in dairy goats with subclinical mastitis in Siliragung District, Banyuwangi pada laman:





