51动漫

51动漫 Official Website

Penggunaan Terapi Larva untuk Percepatan Penyembuhan Luka Kronis

IL by Quora

Keberhasilan proses penyembuhan luka bergantung pada debridemen dan pengendalian infeksi yang efektif. Saat ini, beberapa kesulitan dihadapi dalam mengendalikan luka kronis yang terinfeksi karena berkembangnya resistensi terhadap antibiotik dan ketidakmampuan untuk menghilangkan jaringan parut nekrotik. Luka seperti ini muncul sebagai luka yang sangat menurunkan kualitas hidup manusia dan juga gagal sembuh karena tidak melalui tahap penyembuhan yang normal sehingga akan menambah biaya pengobatan.

Peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang penyembuhan, prevalensi, kejadian dan komplikasi luka kronis semakin kompleks. Adanya biofilm, serta komplikasi akibat luka kronis juga menjadi kendala dan pemicu kegagalan penyembuhan luka. Biofilm bakteri adalah kelompok organisme polimikroba (jamur, bakteri, dll) yang dikemas dalam matriks eksopolimer dan memiliki toleransi terhadap pertahanan inang, antiseptik dan antibiotik. Diperkirakan rata-rata terdapat 6,3 spesies bakteri pada luka kronis, yang didominasi oleh Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus. Oleh karena itu, diperlukan terapi alternatif yang dapat menekan pembentukan biofilm pada luka kronis. Penghambatan bakteri pembentuk biofilm sangat sulit, sehingga pilihan terbaik adalah menghilangkan area yang terinfeksi jika memungkinkan (gangguan biofilm) disertai dengan terapi antimikroba. Ada beberapa cara untuk mengganggu biofilm, antara lain: gelombang ultrasound, terapi tekanan negatif, dan terapi larva. Selain sebagai antimikroba dan mengganggu biofilm, terapi larva telah diketahui memiliki berbagai efek menguntungkan lainnya pada penyembuhan luka kronis, antara lain: respon inflamasi, sistem komplemen, fibrinolisis, dan angiogenesis. Walaupun penelitian tentang efek ekskresi/sekresi larva sudah cukup banyak dilakukan, namun belum banyak penelitian yang melaporkan komponen yang memiliki efek antimikroba dan antibiofilm secara in vivo. Review ini bertujuan untuk mengungkap kegunaan larva untuk penyembuhan luka kronis, dengan cara menghambat pembentukan biofilm berdasarkan sejumlah artikel yang telah dipublikasikan di jurnal.

Scoping review ini dilakukan sesuai pedoman PRISMA (The Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analysis). Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan database seperti PubMed, Google Scholar dan Cochrane Library. Kriteria inklusi adalah sebagai berikut: (a) studi tentang terapi larva (b) review literatur, laporan kasus dan review sistematik. Pada tahap awal pencarian artikel jurnal, diperoleh 44 artikel dari tahun 2012 hingga 2020 dengan menggunakan kata kunci 渓arvae treatment, 渓arva, 渕aggot debridement, 渨ound healing, 渃hronic wound, dan 渂iofilm. Setelah penghapusan duplikat, judul dan abstrak catatan yang teridentifikasi ditinjau secara independen oleh dua peninjau (FFB dan HSB). Mengikuti pertanyaan utama, teks lengkap dan abstrak diidentifikasi dan ditinjau. Ketidaksepakatan kemudian diputuskan melalui diskusi dengan penyidik ketiga (NFA dan DSE).

Hasil terapi larva modern dalam pengobatan luka kronis dan infeksi luka menunjukkan hasil yang diharapkan. Dalam beberapa kasus, terapi larva menyembuhkan luka lebih cepat dan lebih baik daripada metode konvensional. Terapi larva terutama digunakan pada kegagalan penyembuhan luka kronis dengan terapi konvensional. Dengan mengembangkan molekul bioaktif yang terkandung dalam bahan sekresi dan ekskresi larva, diharapkan terapi larva dapat digunakan secara luas untuk memperoleh hasil yang lebih optimal dengan biaya yang cukup ekonomis.

Terapi larva merupakan cara yang sangat mudah diterapkan dan berhasil dalam pengobatan tradisional maupun komplementer. Meskipun telah didiskreditkan dari waktu ke waktu dalam proses sejarah, namun terapi ini merupakan bentuk pengobatan yang disetujui FDA, dan paling banyak digunakan saat ini. Terapi ini hampir tidak memiliki efek samping, bahkan mengurangi kebutuhan akan antibiotik dan hasil penelitian menjukkan keberhasilan dalam pengobatan luka kronis. Keberhasilan MDT (Maggot Debridement Therapy) dalam pengobatan luka kronis, terutama dalam kasus dimana pengobatan konvensional belum berhasil. Kemampuan microdebridement dan enzim proteolitik larva menjadi kunci keberhasilan terapi ini.

Penurlis: Dr. Hendrik

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Basalamah FF, Budi HS, Ayuningtyas NF, Ernawati DS. Larval Therapy as a Wound Healing Acceleration in Chronic Wounds: A Scoping Review. Malaysian Journal of Medicine and Health Sciences. 2023 Feb;19:126-31.

AKSES CEPAT