Atresia bilier adalah penyakit fibroinflamasi yang terjadi pada sistem empedu ekstrahepatik. Atresia bilier adalah penyebab utama kolestasis pada bayi dan penyebab utama transplantasi hati pada anak. Hampir semua pasien dengan atresia bilier datang dengan hepatomegali, tinja yang berwarna pucat, dan ikterus yang berkepanjangan. Pembedahan adalah pengobatan utama untuk atresia bilier, tetapi tidak semua pusat kesehatan dapat melakukan pembedahan. Pada pasien dengan kolestasis yang mengarah ke atresia bilier, pengobatan dengan steroid dapat menjadi alternatif yang bermanfaat untuk terapi awal dalam kondisi kapasitas kesehatan yang terbatas untuk pencegahan fibrosis hati.
Laporan kasus ini menjelaskan seorang bayi laki-laki berusia 2 bulan, 4 hari dengan keluhan utama penyakit kuning. Pasien mengalami ikterus sejak seminggu setelah lahir dan menjalani fototerapi selama satu minggu, namun kondisinya tidak kunjung membaik. Urin berwarna kuning kecokelatan dan tinja berwarna pucat dilaporkan bersamaan dengan keluhan tersebut. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan peningkatan aspartate aminotransferase (AST), alanine aminotransferase (ALT), gamma-glutamil transferase (GGT), IgG reaktif dan IgM sitomegalovirus (CMV), dan peningkatan bilirubin langsung (kolestasis). Ultrasonografi abdomen dua fase menunjukkan volume GB pra-prandial +/- 0,295 cc dan volume pasca-prandial +/- 0,166 cc dengan indeks kontraktilitas 12,9%. Pasien diberikan asam ursodeoxycholic dengan dosis 2 mg/kg BB/hari sebagai tambahan untuk pengobatan steroid. Pemeriksaan laboratorium dilakukan setiap dua minggu. Setelah 8 minggu terapi, manifestasi klinis membaik dan hasil laboratorium dalam batas normal.
Laporan kasus ini menunjukkan bahwa pada bayi dengan kolestasis yang dicurigai sebagai atresia bilier, terapi steroid dapat menjadi terapi awal alternatif yang berguna di fasilitas pelayanan kesehatan yang terbatas untuk membantu menekan perkembangan inflamasi yang menyebabkan fibrosis saluran empedu.
Penulis: Dr. Bagus Setyoboedi, dr.,Sp.A(K)
Link:
Baca juga: Terapi Steroid yang Berhasil pada Anak dengan Dugaan Hepatitis Autoimun





