51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Pengmas Internasional UNAIR Bangun Kampung Peneleh Berkelanjutan

Ilustrasi oleh Kompas.com
Ilustrasi oleh Kompas.com

UNAIR NEWS – Kampung yang berkelanjutan adalah kampung yang mampu mengembangkan potensi berupa sumber daya manusia, obyek-obyek di sekitarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kampung Peneleh Surabaya yang diproyeksikan menjadi sustainable kampong memiliki warisan budaya seperti Sumur Jobong, Makam Londo, Rumah Hos Cokroaminoto, Masjid Jamik, dan berbagai budaya Nampak atau tidak Nampak. Warisan budaya tidak hanya berupa raga fisik namun juga cipta, rasa seperti makanan dan minuman. Semua potensi itu dapat dijadikan alat untuk pengembangan wisata berkelanjutan baik lokal, nasional, dan internasional. Namun, pengembangan warisan budaya masih terkendala budaya narasi tulis atau budaya bercerita secara tertulis. Hasil narasi tulis bisa dirupakan cinderamata wisata untuk komersial yang mendatangkan nilai ekonomi lebih.

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional mencoba menawarkan jalan awal pengenalan Kampung Peneleh untuk meningkatkan budaya narasi tulis tentang warisan budaya yang akan menghasilkan nilai komersial.  PkM internasional adalah kegiatan lokakarya untuk warga Kampung Peneleh melalui narasi tulis warisan budaya  dan mengundang tenaga pendidik perguruan tinggi dari Surabaya dan Sabah. Keterlibatan tenaga pendidik dari Sabah adalah menunjukkan praktik warga lokal tentang bagaimana mengubah warisan budaya yang terabaikan menjadi obyek wisata yang menarik- dari abandoned place menjadi outdoor educational area.

Tenaga pendidik dari Surabaya memandu warga Kampung Peneleh untuk menciptakan ˜karya tulis™ dari pikiran warga sendiri, menuangkan hasil gagasan mereka dalam kata, frase, kalimat tentang warisan budaya yang mereka miliki. Warga Kampung mampu mengindentifikasi warisan apa saja yang di sekitar mereka selain yang sudah ada seperti makanan tradisional, praktik sehari-hari yang unik yang sudah jarang ditemui di kota besar atau kehidupan metropolitan Surabaya, rumah dengan arsitektur jaman kolonial, pasar lama yang menonjolkan kompleksitas kampung, acara lomba 17 Agustusan yang masih dilestarikan dan banyak lagi.

Bagaimana narasi tulis menyumbang nilai lebih secara ekonomi, lingkungan, dan sosial untuk wisata yang berkelanjutan? Secara ekonomi, hasil ˜karya tulis™  warga kampung  dapat diolah menjadi narasi postcard Kampung Peneleh sebagai cinderamata yang dijual di stand wisata. Identifikasi warisan budaya dirupakan dalam koleksi foto yang menjadi cover di postcard. Orsinalitas hasil foto dan narasi adalah hasil karya dari warga untuk warga.

Dalam aspek lingkungan, narasi praktik sehari-hari yang menjual lingkungan berkelanjutan adalah banyak warga Kampung tidak memilih penggunaan air conditioner di rumah tempat tinggal. Warga kampung yang memberi tanda ˜kendaraan harap turun™ di depan gang adalah cara menjaga udara kampung bebas dari asap kendaraan.

Aspek sosial terlihat dari bagaimana warga menjaga warisan resep makanan tradisional untuk menjaga hormat kepada orang yang mewarisi resep makanan. Kegiatan tahunan perlombaan tujuh belasan mampu mengguyubkan warga dari berbagai usia, pendidikan, dan pekerjaan. Lalu, bagaimana aspek sosial ini bisa dijadikan nilai komersial? Jawabnya adalah wisata heritage entrepreneurship dengan membekali warga ilmu-ilmu tour guide yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris, Cina atau bahasa asing lainnya. Warga memahami praktik-praktik lingkungan dan sosial yang mungkin tidak dipraktikkan di kampung modern lainnya di Surabaya. Memahami berarti mampu menceritakan ulang kepada pengunjung lokal, nasional, dan internasional. Kesempatan ini harus dapat ditangkap perguruan tinggi di Surabaya untuk menciptakan program PkM yang berkesinambungan untuk membangun warga Kampung peneleh.

Kampung Peneleh adalah contoh satu kampung yang memiliki warisan budaya untuk wisata yang berkelanjutan demi terciptanya kampung berkelanjutan. Perguruan tinggi di Surabaya dan Sabah bukan satu-satunya institusi yang mengusung PkM internasional. Pengembangan kerjasama internasional untuk PkM diperlukan roadmap jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Tugas kita yaitu sebagai tenaga pendidik perguruan tinggi untuk mampu mengembangkan PkM demi sustainable kampong.

Penulis: Viqi Ardaniah

AKSES CEPAT