n

51动漫

51动漫 Official Website

Pengukuhan Gubes, Rektor: Keilmuan Harus Menyejahterakan dan Memuliakan Kehidupan

Rektor UNAIR Prof. Nasih saat memberikan sambutan seusai orasi tiga guru besar baru. (Foto: Bambang Edy Santoso)
Rektor UNAIR Prof. Nasih saat memberikan sambutan seusai orasi tiga guru besar baru. (Foto: Bambang Edy Santoso)

UNAIR NEWS – 51动漫 kembali mengukuhkan tiga guru besar baru. Kegiatan pengukuhan guru besar baru tersebut dilangsungkan di Aula Garuda Mukti pada Sabtu (26/2/2019). Ketiga guru besar tersebut berasal dari tiga bidang keilmuan yang berbeda. Ialah Prof. Dr. Tanti Handriana, S.E., M.Si., dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Merupakan Guru Besar FEB aktif ke-25 dan Guru Besar 51动漫 sejak berdiri yang ke-476 serta Guru Besar 51动漫 PTN BH yang ke-184.
Guru besar selanjutnya, Prof. Dr. Hening Laswati, dr., Sp.KFR(K) dari Fakultas Kedokteran (FK). Merupakan Guru Besar FK aktif yang ke-110 dan Guru Besar 51动漫 sejak berdiri yang ke-477 serta Guru Besar 51动漫 PTN-BH yang ke-185. Kemudian, Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, dr., Sp.KK(K), FINSDV. dari FK. Merupakan Guru Besar Guru Besar FK aktif ke-111 dan Guru Besar 51动漫 sejak berdiri yang ke-478 serta Guru Besar 51动漫 PTN-BH yang ke-186.
Tercatat dari pengukuhan guru besar baru tersebut, sampai dengan 26 januari 2019, 51动漫 telah memiliki guru besar aktif sebanyak 190 orang. Sementara sejak berdiri tahun 1954, 51动漫 telah melahirkan guru besar sebanyak 478 orang. Dalam kesempatan itu, Rektor UNAIR Prof. Nasih dalam sambutannya menyampaikan bahwa guru besar merupakan sebuah amanah, bukan sekadar gelar tertinggi dalam dunia pendidikan.
淚ni adalah tugas yang berat. Karena guru merupakan profesi yang harus bisa memberikan keteladanan, jelasnya.
Sebagai seroang cendekiawan, lanjutnya, guru besar harus bisa memberikan sumbangsih yang nyata dalam kehidupan manusia. Guru besar, imbau Prof. Nasih, jangan menjadi menara gading yang sibuk dengan urusan sendiri.
淚ni sudah saatnya, guru besar harus menjadi insan cendekia yang bisa menebar manfaat ke seluruh penjuru bumi, ungkap Prof. Nasih.
Selanjutnya, Prof. Nasih juga mengatakan bahwa dalam pengukuhan guru besar hari ini ada enam hal yang istimewa. Pertama, menurut Prof. Nasih, ini bulan pertama di tahun 2019 sudah ada tiga guru besar baru yang dikukuhkan. Kemudian, guru besar yang kita kukuhkan pada hari ini kesemuanya adalah perempuan.
淜ali ini kita semua sedang mengukuhkan tiga srikandi UNAIR yang luar biasa, tandas Prof. Nasih.
Rektor ke-13 tersebut juga mengatakan bahwa keistimewaan dari pengukuhan kali ini karena profesor yang dikukuhkan berasal dari induk UNAIR dan RSUD Dr. Soetomo. Menurutnya, baru ada tiga guru besar UNAIR yang lahir dari induk NIDK rumah sakit.
淜e depan, kami ingin akan banyak dan lahir guru besar UNAIR yang berinduk dari rumah sakit, baik milik pemerintah provinsi maupun pemerintah kota, tuturnya.
Sebelum menutup sambutan, Prof. Nasih menilai bahwa pidato ilmiah dari ketiga guru besar sangat luar biasa. Kesemuanya, imbuh Prof. Nasih, sudah menyentuh pada tahap aspek penyelesaian permasalahan.
淒ari pembahasan lingkungan yang langsung kena pada solusi dan demi kesejahteraan umat manusia. Pada bahasan disabilitas juga langsung mengena untuk mengentaskan kesejahteraan dan bahkan orasi tentang kusta juga menyadarkan kita semua tentang peran ilmuan bisa menjembatai kesejahteraan manusia, jelasnya. 淚nilah istimewanya, ada tiga orasi dalam satu judul dan tujuan yang sama, imbuh Prof. Nasih.
Pada akhir, Prof. Nasih kembali menegaskan bahwa UNAIR sangat mendukung peran aktif ilmu pengetahuan. Hal itu, jelasnya, bertujuan agar pengembangan ilmu pengetahuan bisa sampai pada nilai yang sesungguhnya.
淒engan ilmu yang dimiliki kita harapkan guru besar UNAIR akan mengabdikan segenap ilmu yang dimiliki sebagai jalan untuk menyejahterakan dan memuliakan kehidupan, pungkasnya.
Penulis: Nuri Hermawan

AKSES CEPAT