51动漫

51动漫 Official Website

Pengukuran Indeks Fasilitas Perkotaan dan Pengaruhnya terhadap Imigrasi

Selama beberapa dekade terakhir, urbanisasi telah meningkat secara global dan di Indonesia. Di mana lebih dari separuh penduduknya kini tinggal di wilayah perkotaan. Urbanisasi memiliki tiga elemen: peningkatan alami, reklasifikasi wilayah pedesaan menjadi perkotaan, dan migrasi dari desa ke kota. Migrasi telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan penduduk perkotaan di Indonesia. Badan Pusat Statistik Indonesia mendefinisikan wilayah perkotaan berdasarkan kepadatan penduduk, persentase rumah tangga yang bekerja di sektor pertanian, dan fasilitas perkotaan. Seperti sekolah, pasar, rumah sakit, dan telepon. Jumlah wilayah perkotaan di Indonesia semakin bertambah. Namun pertumbuhan tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas perkotaan sehingga mengakibatkan ketimpangan fasilitas perkotaan akibat pembangunan wilayah yang tidak merata.

Intensitas migrasi meningkat di beberapa daerah, antara lain Jawa, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara. Fasilitas, seperti fasilitas alam, sosial, dan umum, dapat mempengaruhi migrasi. Fasilitas alam, seperti iklim dan ruang hijau, dapat menarik migran, sedangkan fasilitas sosial. Seperti rendahnya tingkat kejahatan dan keterbukaan sosial, penting bagi penduduk perkotaan. Fasilitas umum, seperti pendidikan, rekreasi, pelayanan kesehatan, dan transportasi, meningkatkan utilitas bagi penduduk dan memotivasi masyarakat untuk mengunjungi suatu kota. Terdapat kekurangan literatur mengenai fasilitas dan migrasi, khususnya mengenai ketiga kelompok tersebut. Fasilitas dianggap sebagai faktor penarik migrasi, namun penelitian empiris mengenai fenomena ini masih terbatas, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk membuat indeks fasilitas perkotaan dengan menggunakan kota-kota di Indonesia sebagai studi kasus dan menyelidiki peran fasilitas dalam migrasi. Studi ini menggunakan model standar keseimbangan lokasi antar kota dan menguji pengaruh fasilitas terhadap migrasi masuk baru-baru ini di tingkat kota di Indonesia.

Hasil estimasi empiris menunjukkan bahwa fasilitas berpengaruh signifikan terhadap migrasi masuk ke kota-kota di Indonesia. Fasilitas umum berpengaruh positif, sedangkan fasilitas sosial yang diproksikan dengan adanya kriminalitas mempunyai hubungan negatif terhadap migrasi ke kota. Fasilitas alam berdampak positif terhadap migrasi masuk, namun kehadirannya tidak boleh membatasi aksesibilitas.

Pentingnya pemerataan akses terhadap fasilitas pelayanan dasar publik menjadi hal yang disorot pada penelitian ini. Di mana hal tersebut memiliki pengaruh pada mengurangi kesenjangan, memberikan dampak ekonomi yang lebih baik, meningkatkan kualitas hidup warga negara, dan mengarah pada pemerataan pembangunan antar kota. Pelayanan transportasi umum sangat penting bagi mobilitas masyarakat dan aktivitas perjalanan sehari-hari.

Variabel kontrol seperti kepadatan penduduk dan jarak bandara juga dimasukkan dalam model empiris. Variabel kepadatan penduduk sangat penting dalam migrasi perkotaan karena kota yang padat dapat menjadi pusat transformasi ekonomi. Jarak ke bandara juga penting karena para migran menghargai kehadiran bandara sebagai pusat transit jarak jauh. Kelayakan hidup kota bergantung pada ketersediaan fasilitas. Ini menarik orang ke lokasi tertentu. Namun, studi mengenai fasilitas dan migrasi masih terbatas, terutama di negara-negara berkembang. Studi ini menghitung harga implisit fasilitas, mengukur indeks fasilitas perkotaan untuk tiga kelompok besar: fasilitas alam, sosial, dan umum.

Di kota-kota di Indonesia, kota-kota di Daerah Khusus Ibukota Jakarta mempunyai indeks fasilitas perkotaan yang tinggi, dengan fasilitas dan lingkungan perkotaan yang baik. Pesatnya pembangunan di beberapa kota, seperti Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Samarinda, juga meningkatkan fasilitas dan menarik pendatang. Para migran menghargai fasilitas umum yang lengkap, lebih baik, dan berkualitas tinggi, yang mendorong kesetaraan, meningkatkan kualitas hidup, dan mendorong pembangunan perkotaan yang adil. Fasilitas alam juga menarik perhatian orang, menciptakan ruang interaksi yang menarik. Namun fasilitas sosial, yang diwakili oleh tingkat kejahatan, dapat menghalangi migrasi.

Studi ini menyarankan agar pemerintah kota memastikan penyediaan fasilitas yang memadai dalam kebijakan pembangunan kota. Fasilitas meningkatkan kehidupan kota dan melengkapi pembangunan perkotaan. Penelitian di masa depan harus menggunakan berbagai sumber data untuk mencakup lebih banyak fasilitas sosial dan alam.

Penulis: Dr. Arif Rahman Hakim, S.E., M.S.E.

Link jurnal: https://www.researchgate.net/publication/368756387_The_Measuring_of_Urban_Amenities_Index_and_Its_Effect_on_Migration_Evidence_from_Indonesian_Cities

Baca juga: Isu Masuknya WNA India, Pakar HI UNAIR: Imigrasi Lemah Jadi Ancaman Keamanan Nasional

AKSES CEPAT