Sel punca dapat ditemukan di tubuh manusia. Sel-sel ini memiliki kemampuan untuk tidak hanya memperbaharui diri (self-renewal), tetapi juga berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel lainnya yang ditemukan di tubuh. Sel punca dapat ditemukan pada sel embrionik dan sel dewasa dalam tingkat tertentu. Sel-sel ini dapat dikategorikan sebagai pluripotent, totipotent, oligopotent, unipotent, atau multipotent berdasarkan kemampuannya untuk berkembang menjadi jenis sel tertentu. Dalam model hewan dan manusia pada bidang kedokteran regeneratif, sel punca mesenkimal (MSCs), yang juga sering disebut sebagai sel punca stromal multipotent, menunjukkan kapasitas luar biasa untuk menghasilkan terapi inovatif [2]. Sel yang menunjukkan keberadaan penanda CD73, CD90, dan CD105, namun tidak menunjukkan keberadaan penanda CD34, CD14, CD45, atau CD11b, dikategorikan sebagai Sel Punca Mesenkimal (MSCs).
Salah satu hal penting dari MSCs adalah kemampuan untuk berubah menjadi berbagai jenis sel, seperti sel chondrogenik, osteogenik, adipogenik. Sel Punca dari Tali Pusat memiliki pasokan sel punca mesenkimal yang melimpah, kemampuan untuk bertahan hidup dan dapat digunakan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Sel punca mesenkimal dari tali pusat manusia, yang juga dikenal dengan sebutan hUCMSCs, memiliki kemampuan untuk memperbaharui diri dan berubah menjadi berbagai jenis sel. Bukti menunjukkan bahwa sel punca mesenkimal tali pusat manusia sangat penting untuk regulasi inflamasi, proliferasi sel, dan diferensiasi.
Untuk penelitian ini, kami menyelidiki literatur berbahasa Inggris mengenai diferensiasi osteogenik pada sel punca mesenkimal tali pusat manusia dengan menggunakan basis data Science Direct, PUBMED, dan Google Scholar. Penelitian dan studi literatur yang dilakukan antara tahun 2019 dan 2024 dimasukkan dalam kajian ini. Parameter pencarian ditentukan berdasarkan diferensiasi osteogenik, peningkatan, dan sel punca mesenkimal yang berasal dari tali pusat manusia.
Metformin dapat meningkatkan ekspresi gen terkait sel punca, seperti SOX2 dan NANOG pada hUCMSCs. Dalam kedokteran regeneratif, kemampuan sel punca untuk berkembang menjadi sel ter-diferensiasi sangat penting. Nodule kalsium yang diberi pewarna Alizarin Red terbentuk pada media kultur oleh sel punca mesenkimal tali pusat manusia yang diberi perlakuan metformin. Ini juga menunjukkan peningkatan pada tingkat penanda osteogenik ALP, OCN, dan RunX2. Artikel ini menyimpulkan bahwa metformin mempromosikan osteogenesis dan dapat mendukung aplikasi potensial untuk meningkatkan regenerasi tulang di masa depan.
Formula Liu Zhenggudan dapat meningkatkan diferensiasi osteogenik pada hUCMSCs dan merupakan obat yang membantu penyembuhan patah tulang dan terdiri dari bahan-bahan seperti Caesalpinia sappan, Rehmannia glutinosa, Syzygium aromaticum, Acacia catechu, dan Costus root. LZF2 diberikan pada tikus, dan serum yang mengandung obat tersebut kemudian diekstraksi. Dibandingkan dengan kelompok kontrol kosong, kelompok yang diberi perlakuan COI atau LZF2 dengan konsentrasi tinggi menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas ALP, jumlah nodul kalsifikasi, dan persentase kandungan OCN. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kapasitas dalam diferensiasi osteogenik
Asperosaponin VI menunjukkan bahwa ASA VI dapat digunakan untuk merangsang hUCMSCs, dengan potensi menghasilkan MMP2 dan perkembangan osteoblas [9]. 3.4. Hidrogel Periosteum Decellularized Meningkatkan Diferensiasi Osteogenik pada hUCMSCs Studi ini menggunakan hidrogel yang dihasilkan dari periosteum yang telah dide-selulerisasi untuk merangsang osteogenesis pada hUCMSCs. Hasilnya menunjukkan bahwa pertumbuhan hUCMSCs pada hidrogel periosteum dPH menunjukkan peningkatan signifikan dalam penanda osteogenik seperti OPN, RUNX2, OCN, dan ALP dibandingkan dengan Matrigel.
Berbagai bahan tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kemampuan osteogenic dari stem sel yang bersumber dari tali pusat manusia. Peneliti dapat menggunakan bahan bahan tersebut sebagai bahan prekondisi sebelum aplikasi stem sel sehingga mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
Penulis: Prof. Dr. Nike Hendrijantini, drg, MKes, Sp Pros (K)
Correspondence author: Prof. Dr. Nike Hendrijantini, drg, MKes, Sp Pros (K)
Informasi detail dari peneltian dapat dilihat di:
Baca juga: Kandidat Material Substitusi Tulang: Blok CANCELLOUS COSTAE FREEZE-DRIED BOVINE BONE





