Kulit kacang tanah membentuk lebih dari 20% berat polong kacang tanah kering. Hal ini menghasilkan limbah yang signifikan setelah proses pengolahan, yang semakin meningkat seiring dengan produksi kacang tanah dan biasanya dibuang atau dibakar. Pemanfaatan limbah ini secara efektif dapat mengurangi akumulasinya. Penelitian ini menyelidiki penggunaan biochar yang dihasilkan dari kulit kacang tanah dalam komposit poliester yang diperkuat serat sisal dengan variasi persentase berat (5 wt.%, 10 wt.%, 15 wt.%, dan 20 wt.%).
Karakterisasi mekanik dilakukan melalui pengujian tarik, lentur, impak, dan kek- erasan untuk mengevaluasi sifat-sifat komposit. Penyerapan air pada komposit juga diuji. Hasil menunjukkan bahwa komposit hibrida yang mengandung 15 wt.% biochar bersama serat sisal memiliki sifat mekanik yang unggul dibandingkan dengan komposit poliester yang hanya diperkuat serat sisal. Secara khusus, penambahan 15 wt.% biochar meng- hasilkan kekuatan tarik maksimum sebesar 46 MPa, kekerasan 89, dan kekuatan impak 36 J/m. Namun, penurunan kekuatan diamati pada penambahan biochar di atas 15 wt.% yang disebabkan oleh pengembangan antarmuka yang buruk dan penggumpalan partikel biochar. Meskipun demikian, komposit hibrida dengan 20 wt.% biochar menunjukkan kekuatan lentur maksimum sebesar 54 MPa.
Temuan ini menyoroti potensi pemanfaatan biochar dari limbah kulit kacang tanah se- bagai material pengisi dalam pengembangan komposit, menawarkan peluang menjanjikan untuk kemajuan material berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang pengoptimalan sifat mekanik melalui kombinasi material pengisi ino- vatif, yang berkontribusi pada evolusi material komposit ramah lingkungan dan berkin- erja tinggi.
Penulis: Herri Trilaksana, S.Si., M.Si., Ph.D.
Link:
Baca juga: Meningkatkan Kinerja Mekanis Komposit Serat Rami/Vinil Ester dengan Arang Sabut Kelapa





