滶mas telah digunakan sejak zaman dahulu sebagai nilai tukar. Alasan utamanya karena emas adalah logam yang paling mulia dibandingkan logam lainnya.
Kutipan tersebut adalah temuan utama dari studi teoretis bertema kemuliaan logam yang dilakukan oleh gabungan tim peneliti dari berbagai universitas. Tim ini diketuai oleh Febdian Rusydi (51动漫) dan beranggotakan Eduardus O. Kris- tianto (51动漫), Samuel E. P. P. Masan (Osaka University), Wahyu A.
E. Prabowo (Universitas Dian Nuswantoro), Muhammad Iqbal (Institut Teknologi Bandung), Irzaman (Institut Pertanian Bogor), dan Widagdo S. Nugroho (Universi- tas Gadjah Mada). Studi ini dikoordinasi oleh Research Center for Quantum Engi- neering Design, sebuah pusat kajian studi di 51动漫 yang fokus pada aplikasi mekanika kuantum. Hasil studi ini telah dipublikasikan di International Journal of Integrated Engineering, sebuah jurnal Q3.
Siapa yang tak kenal emas? Emas adalah logam mulia yang sangat lazim ditemukan di kehidupan sehari-hari. Dari seluruh mineral yang ditambang dari Bumi, tidak ada yang lebih berguna dibanding emas. Sejak zaman dahulu emas dikenal sebagai nilai tukar (uang) sampai sekarang. Bahkan Alkitab menyatakan bahwa emas adalah bentuk uang yang pertama dan tertua. Dalam Alkitab, emas disebut sebanyak 417 kali. Tidak sekalipun Alkitab menyebut uang berbentuk kertas. Di dalam Alquran, emas disebut sebanyak 10 kali di dalam 10 ayat.
Pastinya kita bertanya-tanya, mengapa emas sejak dulu digunakan sebagai nilai tukar. Jawabannya adalah karena memiliki nilai intrinsik. Emas dapat mengalirkan
listrik, tidak mudah ternodai, sangat mudah dibentuk, dan memiliki warna yang in- dah. Nilai intrinsik ini kemudian diterapkan oleh manusia di kehidupan sehari-hari. Emas dapat dibuat menjadi perhiasan karena warnanya yang indah, emas digunakan dalam elektronik karena kemampuannya sebagai konduktor yang awet, bahkan di- pakai di bidang kedokteran karena sifatnya yang tahan karat dan korosi.
Sebenarnya apa yang membuat nilai intrinsik emas begitu dahsyat? Seperti yang kita ketahui bersama bahwa emas adalah logam yang paling mulia. Alasan itulah yang membuat emas begitu dahsyat. Arti dari logam mulia adalah logam yang tidak reaktif. Tidak reaktif artinya logam tersebut sangat susah bergabung dengan unsur lain dan cenderung untuk mempertahankan bentuk aslinya. Karena sifat tersebut, emas memiliki ketahanan yang tinggi terhadap karat dan korosi. Hal ini yang mem- buat emas sangat cocok dipakai di kehidupan sehari-hari.
Sekarang kita sudah mengetahui bahwa emas sejak dahulu dipakai karena meru- pakan logam mulia yang memiliki sifat-sifat yang begitu berguna. Studi ini ingin mengetahui faktor yang membuat emas dikatakan sebagai logam yang paling mulia. Seorang peneliti bernama Hammer dan N酶rskov telah meneliti kemuliaan logam. Hammer mengatakan bahwa kemuliaan logam dapat dilihat dari tingkat kereakti- vannya. Semakin tidak reaktif suatu logam, maka semakin mulia logam tersebut. Kereaktivan logam dapat dilihat dari energi ketika molekul hidrogen terputus di atas masing-masing permukaan (energi disosiasi).
Studi ini mempelajari interaksi antara molekul hidrogen dan permukaan-permukaan logam secara mendalam. Kami telah mengevaluasi kereaktivan molekul hidrogen di atas permukaan emas, perak, platinum, dan tembaga. Kereaktivan logam diwakilkan oleh energi disosiasi molekul hidrogen di atas permukaan. Energi disosiasi dihitung dengan secara komputasi.
Hasil kalkulasi menunjukkan bahwa platinum paling reaktif, diikuti tembaga, perak, kemudian yang paling tidak reaktif adalah emas. Kami mengamati elektron-elektron dari molekul hidrogen berinteraksi dengan elektron-elektron yang terdapat di per- mukaan. Setelah diamati ternyata interaksi dari setiap permukaan logam mempunyai interaksi yang unik dengan molekul hidrogen.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, ternyata kemuliaan permukaan logam-logam tersebut bisa diurutkan. Urutan logam paling mulia adalah emas, diikuti perak, tembaga, dan yang terakhir adalah platinum. Pengetahuan ini penting diketahui
untuk tahap penelitian selanjutnya, yakni memilih material yang tepat untuk proses katalisis reaksi kimia yang lebih rumit, contohnya adalah reaksi kimia pada molekul- molekul organik.
Studi ini berhasil menyimpulkan bahwa interaksi elektron dalam molekul hidrogen unik untuk setiap permukaan berbeda. Selama ini kita mengetahui bahwa emas adalah logam yang paling mulia. Hasil dari studi yang berbasis mekanika kuantum ini berhasil menjelaskan alasan bahwa emas adalah logam yang paling mulia dari kereaktivannya.
Penulis: Eduardus O. Kristianto, S.Si.
Informasi detail dari studi ini dapat dilihat di laman
Eduardus O. Kristianto, Samuel E. P. P. Masan, Wahyu A. E. Prabowo, Febdian Rusydi, Muhammad Iqbal, Irzaman, Widagdo S. Nugroho. A Simple Explanation on The Nobility of Gold Comparing to Other Metals: A First-Principles Study. Interan-
tional Journal of Integrated Engineering (2022).





