51动漫

51动漫 Official Website

Penting Mengelola Emosi, Bagaimana Tipsnya?

Mengelola emosi. (Sumber: m.dream.co.id)

UNAIR NEWS Menyambung dari artikel sebelumnya tentang , dapat diketahui bahwa pengelolaan atau regulasi emosi bagi setiap manusia adalah hal yang penting. Hal itu karena dapat memberikan dampak, baik secara fisik maupun psikologis.

Oleh sebab itu, Tri Kurniati Ambarini, M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi dari Departemen Psikologi Klinik dan Kesehatan Mental 51动漫 membagikan tips yang dapat dilakukan masyarakat dalam mengelola emosi saat berpuasa di tengah pandemi Covid-19.

Menyusun Target dan Tanggung Jawab

Menyusun ulang target dan cara pencapaian target dalam beribadah selama bulan Ramadan menjadi cara pertama yang dapat dilakukan. Sebagai contoh, kebiasaan tarawih setiap malam di masjid dapat disesuaikan menjadi berjamaah setiap malam bersama anggota keluarga.

Kemudian, membuat daftar tugas atau tanggung jawab yang harus diselesaikan, baik tugas kantor, sekolah, atau tugas rumah. Membuat skala prioritas dapat menjadi solusi, untuk bisa menyelesaikan tugas secara bertahap dan disesuaikan dengan ritme aktivitas ibadah yang dilakukan di rumah.

淏uatlah skala prioritas dan selesaikan tugas secara bertahap serta sesuaikan ritmenya dengan aktivitas beribadah di rumah, terang dosen yang akrab disapa dengan Rini tersebut.

Identifikasi dan Atasi Situasi

Mendata atau mengidentifikasi situasi-situasi yang mudah mendatangkan emosi negatif dapat dilakukan. Emosi negatif yang dirasakan dapat berupa rasa marah, sedih, kecewa, takut, kesepian, dan lainnya.

淛ika memungkinkan hindari situasi tersebut dengan melakukan aktivitas lain yang setara namun bertujuan sama, ungkapnya.

Selanjutnya yaitu mengatasi situasi dengan menyediakan dan mengkreasi pojok ibadah di rumah. Kreasi pojok ibadah tersebut tidak harus besar, namun usahakan aktivitas ibadah dilakukan di tempat tesebut, sehingga suasana khas Ramadan tetap terasa.

Buat Kebiasan Baru

Tips lainnya yaitu dengan membuat ritual atau kebiasaan baru yang sesuai syariat di dalam keluarga. Kebiasan itu terkait pelaksanaan ibadah selama bulan Ramadan yang melibatkan semua anggota keluarga.

淟ibatkan semua anggota keluarga agar ritual tersebut menyenangkan bagi semua orang, ujarnya.

Rini juga mengungkapkan bahwa lebih baik berusaha menghargai capaian dalam beribadah yang telah kita raih, agar dapat mengindari rasa keputusasaan atau kekecewaan terhadap diri sendiri. Salah satunya dapat dimulai dengan memahami keterbatasan diri selama situasi pandemi. (*)

Penulis : Ulfah Mu檃marotul Hikmah

Editor : Binti Q Masruroh

AKSES CEPAT