UNAIR NEWS Pasca akreditasi oleh tim asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) yang dilakukan di Program Studi Ilmu Komunikasi UNAIR, banyak hal yang ke depan akan terus ditiingkatan dan dikembangkan oleh prodi yang sebelumnya telah memiliki akreditasi A tersebut. Menurut ketua Departemen Ilmu Komunikasi, Dr. Yayan Sakti Suryandaru S.Sos. M.Si., akreditasi jurusan sebenarnya bukanlah ajang menilai untuk mencari yang benar dan salah, baik atau buruk.
Akreditasi sebenarnya merupakan ajang membina sekaligus meninjau jurusan agar terus terkontrol dan selanjutnya bisa semakin meningkat kapasistasnya, ujarnya.
Akreditasi yang berlangsung pada Rabu (6/4), diuji langsung oleh tim asesor Prihastiwi Utari, Ph.D., dari Universitas Negeri Solo dan Dr. M. Najib, M.Pd., M.lib., dari Universitas Hassanuddin. Bagi Yayan, yang menjadi titik penting pada akreditasi kali ini adalah upaya departemen Ilmu Komunikasi setelah akreditasi berlangsung. Ia juga memberikan penjelasan mengenai beberapa program yang akan diterapkan nantinya.
Kita perlu melihat pentingnya pengembangan mahasiswa melalui laboratorium, majalah dinding, desain grafis, dan berbagai hal yang berkaitan dengan departemen perlu terus dikembangkan, ujarnya.
Selanjutnya, Alumni S3 UGM tersebut juga menginginkan adanya Pusat Studi Komunikasi yang nantinya menjadi rujukan keilmuan komunikasi.
Selain adanya pusat studi komunikasi, ke depan kami akan membuka jenjang S3, kehadiran Prof. Rachmah Ida dan Prof. Henri Subianto memungkinkan dibukanya program doktoral tersebut, pungkasnya. (*)
Penulis : M. Ahalla Tsauro
Editor : Nuri Hermawan





