Berdasarkan data dari RISKESDAS, sekitar 57,6% penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, yang salah satunya ditandai dengan tingginya angka kehilangan gigi. Salah satu penyebab utama dari kehilangan gigi adalah pencabutan gigi yang mencapai sekitar 19%. Namun, banyak masyarakat yang tidak melakukan penggantian gigi yang hilang tersebut, meskipun kondisi tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu dampak yang paling terlihat adalah gangguan pada fungsi pengunyahan, yang pada gilirannya dapat mengurangi kualitas hidup seseorang.
Rendahnya tingkat pendidikan serta kondisi sosial dan ekonomi yang kurang mendukung membuat sebagian besar masyarakat tidak dapat mengganti gigi yang hilang, bahkan dalam beberapa kasus, mereka kehilangan seluruh giginya. Hal ini tentu menjadi masalah yang harus mendapat perhatian serius, terutama dalam upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, salah satu langkah penting yang dapat diambil adalah dengan memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut kepada masyarakat, terutama di daerah-daerah yang memiliki tingkat kesehatan gigi dan mulut yang rendah.
Sebagai bagian dari pengabdian masyarakat, Departemen Prostodonsia 51动漫 memilih Desa Sekarkare, Probolinggo, Jawa Timur, sebagai lokasi kegiatan penyuluhan ini. Pemilihan desa ini berdasarkan survei yang dilakukan di Puskesmas setempat, yang menunjukkan banyaknya lansia dengan kondisi gigi dan mulut yang buruk. Data tersebut menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan rongga mulut di daerah tersebut.
Penyuluhan ini melibatkan 80 peserta yang berasal dari masyarakat sekitar. Kegiatan penyuluhan dilakukan secara interaktif, dengan melibatkan peserta dalam beberapa permainan dan kuis yang dapat meningkatkan keterlibatan dan antusiasme mereka. Dengan cara ini, diharapkan peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif dalam memahami dan mengaplikasikan materi yang diberikan.
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan peserta sebelum penyuluhan, dilakukan pretes berupa 5 pertanyaan yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan tersebut dirancang untuk menggali sejauh mana pemahaman peserta mengenai pentingnya merawat gigi dan mulut serta konsekuensi dari tidak menjaga kesehatan rongga mulut dengan baik. Setelah penyuluhan selesai, peserta kemudian diberikan post-test yang berisi pertanyaan serupa untuk mengukur seberapa besar perubahan pengetahuan mereka setelah mengikuti kegiatan tersebut.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut setelah penyuluhan. Berdasarkan analisis statistik, terlihat jelas bahwa rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dengan tajam, yang mengindikasikan bahwa penyuluhan ini berhasil dalam menyampaikan pesan-pesan penting tentang pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut. Hal ini tentu menjadi indikasi bahwa pendekatan yang interaktif dan menyenangkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama di daerah yang memiliki tingkat pengetahuan yang rendah tentang masalah kesehatan gigi dan mulut.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi langsung dengan tenaga medis dan praktisi kesehatan gigi. Diskusi ini memberikan mereka pemahaman yang lebih mendalam mengenai cara merawat gigi yang benar, seperti teknik menyikat gigi yang tepat, pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala, serta solusi untuk mengganti gigi yang hilang, seperti penggunaan gigi palsu atau implan gigi. Kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai dampak jangka panjang dari kehilangan gigi yang tidak diganti, seperti gangguan dalam mengunyah makanan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan menurunnya kualitas hidup.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Sekarkare dapat lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan rongga mulut. Diharapkan juga bahwa setelah mengikuti kegiatan ini, masyarakat akan lebih termotivasi untuk merawat gigi dan mulut mereka dengan baik, serta lebih terbuka untuk melakukan penggantian gigi yang hilang agar kualitas hidup mereka tetap terjaga.
Penyuluhan ini merupakan salah satu langkah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam hal kesehatan gigi dan mulut. Ke depan, kegiatan serupa perlu terus dilaksanakan di berbagai daerah, terutama di daerah-daerah yang memiliki tingkat kesehatan gigi dan mulut yang rendah. Kegiatan penyuluhan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan rongga mulut dan memberikan mereka pengetahuan yang tepat mengenai solusi untuk masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering dihadapi.
Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan, terutama mengenai perawatan gigi dan mulut, dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat. Dengan meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, diharapkan masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia, khususnya di Desa Sekarkare, dapat semakin teratasi dan kualitas hidup masyarakat dapat meningkat.
Penulis: Mefina Kuntjoro, drg., Sp.Pros., M.Kes.
Link:
Baca juga: Polimorfisme Nukleotida Tunggal dan Penyakit Rongga Mulut





