Tumor saluran pencernaan seperti lambung dan usus dapat berasal dari mukosa (selaput lendir bagian permukaan) atau berasal dari stroma (dinding lambung dan usus). Tumor saluran pencernaan yang berasal dari jaringan mukosa lebih banyak dikenal karena lebih sering terjadi dibandingkan dengan tumor yang berasal dari jaringan stroma (dinding lambung atau usus). Tumor yang berasal dari mukosa dapat berupa tumot jinak seperti adenoma ataupun tumor ganas yang dikenal sebagai karsinoma. Tumor saluran pencernaan yang berasal dari jaringan stroma dapat berasal dari sel otot polos disebut leiomyoma, sel lemak seperti lipoma, sel fibroblast seperti tumor desmoid ataupun sel interstitial Cajal yang dikenal sebagai Tumor Stroma Gastro-Intestinal atau GIST (Gastro-Intestinal Stromal Tumor). Tumor ini memiliki mekanisme molekuler yang khusus sehingga perlu dibedakan dengan tumor saluran pencernaan makanan jenis lain.
Diagnosis pasti tumor saluran pencernaan makanan memerlukan pemeriksaan Patologi Anatomi dengan sampel yang berasal dari jaringan tumor. Pengambilan sampel jaringan dapat dilakukan mellaui operasi (mengambil seluruh jaringan tumor) atau biopsi (mengambil sedikit sampel jaringan tumor). Pada tumor mukosa, pemeriksaan Patologi Anatomi diperluan untuk membedakan tumor jinak (adenoma) dan tumor ganas (karsinoma) sedangkan pada tumor dinding usus/ stroma, pemeriksaan Patologi Anatomi diperlukan untuk membedakan asal jaringan tumor. Pemeriksaan Patologi Anatomi rutin berupa pewarnaan jaringan dengan pulasan Hematoksilin-Eosin, akan tetapi pada kasus tumor dinding usus diperlukan pulasan lanjutan dengan antibodi yang dikenal dengan Pemeriksaan Imunohistokimia.
Pemeriksaan imunohistokimia (IHK) merupakan pemeriksaan yang sangat penting dalam diagnosis, karakterisasi, dan prediksi respons terapi pada Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST). GIST adalah tumor mesenkimal saluran pencernaan yang sering berasal dari sel-sel interstitial Cajal. Manfaat pemeriksaan imunohistokimia pada tumor dinding usus adaah sebagai berikut:
1. Diagnosis GIST: Pemeriksaan IHK digunakan untuk mendeteksi ekspresi protein spesifik yang dapat mengidentifikasi GIST dan membedakannya dari tumor mesenkimal lain (seperti leiomyoma, schwannoma atau tumor desmoid). Penanda IHK utama yang diperiksa meliputi:
- KIT (CD117): Protein reseptor tirosin kinase yang diekspresikan di hampir 95% kasus GIST.
- DOG-1 (Discovered on GIST-1): Marker protein membran yang hampir selalu positif pada GIST, termasuk kasus yang KIT-negatif. DOG-1 membantu mengidentifikasi GIST yang tidak diekspresikan KIT (sekitar 5% kasus).
2. Membedakan GIST dengan Tumor Mesenkimal yang lain
- Leiomyosarcoma: tumor ini memberikan hasil negatif untuk KIT dan DOG-1 tetapi positif untuk penanda otot polos seperti desmin dan SMA (Smooth Muscle Actin).
- Schwannoma: tumor ini memberikan hasil negatif untuk KIT dan DOG-1 tetapi positif untuk S100.
- Tumor Desmoid: tumor ini memberikan hasil positif untuk 尾-catenin, tetapi negatif untuk KIT dan DOG-1.
3. Prediksi Respons Terapi
Pemeriksaan IHK juga digunakan untuk membantu mengarahkan terapi berdasarkan profil molekuler tumor:
- Mutasi KIT dan Target Imatinib: deteksi ekspresi KIT menunjukkan respons yang baik terhadap pengobatan dengan imatinib, yang merupakan inhibitor tirosin kinase.
- Mutasi PDGFRA: pada GIST dengan mutasi PDGFRA (terutama mutasi D842V), pemeriksaan KIT dapat memberikan hasil negatif kan tetapi dapat dideteksi dengan pemeriksaan mutasi PDGFRA. Adanya mutasi ini pada tumor membuat tumor cenderung kurang responsif terhadap pengobatan imatinib.
Dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan imunohistokimia (IHK) adalah metode yang mutlak diperlukan untuk diagnosis dan penatalaksanaan GIST. Penggunaan penanda seperti KIT dan DOG-1 sangat membantu dalam membedakan GIST dari tumor mesenkimal lainnya, serta dapat digunakan sebagai panduan dalam memberikan terapi dengan inhibitor tirosin kinase seperti imatinib.
Artikel Ilmuah Populer ini diambil dari artikel jurnal dengan judul: Detection of c-kit and PDGFRA mutation for disease diagnosis and management of gastrointestinal stromal tumor dengan penulis: Putri Ramadhina and Willy Sandhika, yang diterbitkan pada jurnal Magna Scientia Advanced Research and Reviews, bulan Januari tahun 2025, volume 13 nomer 01, halaman 031-037.
Penulis: Dr. Willy Sandhika, dr., Sp.PA(K)., M.Si.
Link jurnal:





