Human Immunodeficiency Virus (HIV) terus menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang utama. HIV telah merenggut hampir 33 juta nyawa hingga saat ini. Virus ini melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, penurunan berat badan, demam, diare, dan batuk. Tanpa pengobatan, HIV juga dapat berkembang menjadi penyakit parah seperti tuberkulosis (TB) (WHO, 2020). Risiko mengembangkan TB diperkirakan jauh lebih besar pada orang yang hidup dengan HIV daripada mereka yang tidak terinfeksi HIV.
Penyakit HIV-TB tetap menjadi tantangan kesehatan global. Stigma HIV-TB perlu segera diatasi, terutama di daerah dengan prevalensi HIV yang tinggi. Jika tidak segera diatasi akan meningkatkan risiko infeksi TB oportunistik. Untuk mendukung program pencegahan TB pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA), ODHA perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk tenaga kesehatan dan keluarga serta tokoh masyarakat. Selain itu, penemuan kasus aktif di rumah tangga yang kontak TB harus dipertimbangkan untuk meningkatkan deteksi kasus TB dan HIV.
Temuan kasus aktif dapat berkontribusi pada target strategi End TB. Keluarga memiliki peran penting dalam mendukung ODHA ketika mencari dan memperoleh pengobatan. ODHA harus memiliki akses ke layanan kesehatan HIV dan TB.Program perawatan ODHA harus mencakup aspek pencegahan TB untuk menurunkan angka kematian ODHA.
Peneliti melakukan penelitian di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 100 ODHA ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran keluarga dan dukungan lokal dalam upaya penemuan kasus TB pada ODHA. Kota Kupang termasuk kota yang mempunyai jumlah kasus HIV/AIDS yang tinggi.
Hasil penelitian membuktikan bahwa lama sakit yang diderita ODHA, keluarga yang tidak bekerja, keluarga yang berpengetahuan baik, dan keluarga yang memberikan dukungan kepada ODHA lebih mampu mendeteksi TB pada ODHA. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan kesehatan di kalangan keluarga ODHA karena dapat membantu deteksi dini TB pada ODHA. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti peran keluarga dan dukungan lokal untuk mendukung ODHA. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan peran keluarga dan dukungan masyarakat setempat dalam program deteksi TB pada ODHA.
Penulis : Prof. Dr. Chatarina Umbul Wahyuni dr., M.S., M.P.H
Full artikel dapat diakses di:
Astutik, E., Wahyuni, C. U., Manurung, I. F., & Ssekalembe, G. (2021). Integrated Model of a Family Approach and Local Support in Tuberculosis Case Finding Efforts in People with HIV/AIDS. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 16(4).





