UNAIR NEWS – Dalam menjalankan komitmen pengabdian masyarakat, Fakultas Perikanan dan Kelautan ) UNAIR bekerjasama dengan Institut Penyelidikan Marin Borneo (IPMB) Universitas Malaysia Sabah mengadakan kegiatan pengabdian Masyarakat Bersama pada Kamis (23/10/25). Kegiatan tersebut berlokasi di Kampung Pituru Laut, Kota Belud, Sabah Malaysia.
Lailatul Lutfiyah SPi Msi, selaku perwakilan dari tim pengmas tersebut menyebut bahwa para peserta pengmas merupakan nelayan yang mendapatkan materi terkait pentingnya sanitasi dan higienis. Materi tersebut sangat penting guna menjaga sanitasi dan higienis yang baik.
淪aat ini, sangat perlu pemahaman yang tepat terkait dengan konsep sanitasi dan higienitas ikan hasil tangkapan nelayan. Sanitasi dan higienitas yang baik dapat membantu mempertahankan kualitas ikan selama proses handling dan juga distribusi dari laut ke darat untuk dipasarkan ke konsumen, ungkapnya.
Penanganan Pasca Tangkap
Lebih lanjut, nelayan dari dari Kampung Pituru Laut juga mendapatkan materi penanganan ikan pasca tangkap. Dr Laksmi Sumartiwi SPi Mp mengatakan bahwa menjaga kualitas ikan pasca tangkap sangat penting. Hal itu dapat memastikan ikan tetap aman, bergizi, dan bernilai ekonomi tinggi hingga sampai ke konsumen.
淒alam materi ini, kami menekankan penanganan pasca tangkap yang tepat. Seperti, pendinginan segera, pembersihan alat, dan penghindaran paparan sinar matahari mampu memperlambat pertumbuhan bakteri dan pembusukan sehingga mutu ikan tetap tinggi lebih lama, ungkapnya.
Lailatul menyebut respon nelayan sangat antusias terhadap pengmas tersebut. Para nelayan Kampung Pituru Laut sangat aktif dalam diskusi dan menyimak semua materi. Harapannya setelah kegiatan tersebut nelayan mampu mengaplikasikan ilmu dalam pengmas tersebut.
淜edepannya kami berharap para nelayan mampu meminimalisir risiko kesehatan bagi diri sendiri, kru, keluarga dan komunitas dengan aplikasi ilmu ini. Selain itu, kami berharap mereka mampu meningkatkan mutu dan keamanan hasil tangkapan atau produk olahan. Sehingga potensi pendapatan bisa meningkat, ungkapnya.
Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi
Editor: Khefti Al Mawalia





