UNAIR NEWS Salah satu perkara yang banyak memasukkan seseorang kedalam surga adalah memiliki akhlak yang baik, sedangkan perkara yang seringkali memasukkan orang dalam neraka adalah perkara yang disebabkan karena mulut dan kemaluan. Pernyataan tersebut merupakan penggalan dari sebuah hadist, yang dikutip oleh Drs. H. Shodiqun A. Karim, S.H., M.Kn., sebagai penceramah di Pengajian Rutin Civitas Akademika UNAIR.
Pengajian yang diadakan di Ruang 303 Fakultas Hukum pada Rabu (11/5), tersebut dihadiri oleh tenaga kependidikan di lingkungan UNAIR. Di awal ceramahnya, Mubaligh yang juga alumnus S2 FH UNAIR tersebut menyampaikan berbagai hal mengenai amalan-amalan yang bisa menyebabkan manusia masuk ke surga.
淪ebelum masuk pembahasan pada tema yang dipilih, saya ingin menekankan akan amalan-amalan yang bisa menyebabkan manusia masuk surga, yakni takwa kepada Allah SWT. dan berakhlak yang baik, jelasnya sembari menegaskan hadits yang dikutip.
Mubaligh yang sudah akrab dengan civitas FH UNAIR tersebut menegaskan bahwa ketakwaan manusia bisa diukur dengan banyaknya rasa syukur dan selalu mengingat (dzikir, -red) kepada Allah SWT.
淜etakwaan kita ini bisa dilihat dari seberapa banyak kita bisa bersyukur dan banyak mengingat-ingat Allah SWT. dalam kondisi apapun, tegasnya.
Mubaligh yang akrab disapa Shodiqun tersebut kembali menegaskan hadits yang menjadi pembuka ceramah, yakni tentang perkara-perkara yang menyebabkan orang masuk neraka. Sembari menukil dari pesan yang pernah disampaikan oleh Sunan Drajat yang salah satunya tentang memberi pakaian kepada orang yang telanjang dengan maksud agar menutupi aib orang tersebut, ia juga menegaskan agar manusia pandai-pandai menjaga lisan dan kemaluan.
淗ati-hati dengan lisan dan kemaluan, banyak dosa besar yang disebabkan keduanya, tegasnya.
Pada kegiatan rutin yang dilaksanakan sebulan sekali tersebut, Wakil Dekan II FH UNAIR, Prof. Dr. Abd. Shomad, S.H., M.H., pada sambutannya menyampaikan pentingnya mawas diri dan berhati-hati dalam menjalani hidup, baginya hal ini yang menjadi salah satu dasar dipilihnya tema 淒osa-dosa Besar pada pengajian kali ini. Ia menambahkan bahwa pemilihan tema tentang dosa besar dikarenakan pentingnya menyiapkan kehidupan manusia selepas mati, baginya saat hari penghisaban nanti dosa dan amal akan menjadi bagian yang menentukan tempat manusia di surga atau neraka .
淒engan mengetahui apa saja yang termasuk dosa-dosa besar yang dilarang oleh Allah SWT. kita bisa lebih mawas diri agar tidak terjebak di dalamnya, jelasnya. (*)
Penulis : Nuri Hermawan
Editor : Dilan Salsabila





