51动漫

51动漫 Official Website

Penyakit Dourine: ancaman tersembunyi bagi kesehatan kuda

Kuda sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia selama ribuan tahun lamanya. Kuda memberikan kontribusi dalam berbagai aktivitas mulai dari transportasi dan pertanian, hingga olahraga dan rekreasi. Meskipun sering dianggap sebagai hewan yang kuat dan perkasa, kuda juga rentan terhadap berbagai penyakit di antaranya infeksi parasit yang sering kali berbahaya. Salah satu penyakit yang mengkhawatirkan adalah dourine, yang disebabkan oleh parasit protozoa bernama Trypanosoma equiperdum. Dourine adalah penyakit menular seksual pada kuda yang ditransmisikan secara langsung saat mating dan lebih sering dari kuda jantan ke kuda betina, meskipun bisa juga terjadi sebaliknya. Cairan seminal dari kuda jantan serta cairan mucus dari vagina kuda betina yang terinfeksi mengandung parasit ini, sehingga memfasilitasi penyebarannya. Yang membedakan Trypanosoma equiperdum dari jenis trypanosoma lainnya adalah karakteristiknya sebagai parasit jaringan yang jarang ditemukan dalam darah. Kuda adalah satu-satunya reservoir alami bagi parasit ini. Sesekali, parasit tidak ada dalam sistem genital, sehingga hewan tersebut tidak lagi menularkan parasit ini untuk beberapa minggu atau beberapa bulan.
Gejala dourine biasanya meliputi demam, pembengkakan pada area genital, ruam kulit, kelumpuhan, dan gangguan koordinasi gerakan. Selain itu dapat muncul gejala lain seperti konjungtivitis, keratitis, anemia, dan penurunan berat badan yang signifikan. Meskipun tanda- tanda klinis sering kali terlihat jelas, penegakkan diagnosis memerlukan pengujian serologis dan molekular untuk memastikan keberadaan parasit. Waktu antara paparan dan kemunculan gejala klinis dapat bervariasi, mulai dari satu hingga dua minggu atau bahkan bertahun-tahun. Hal ini menjadi tantangan dalam penanganan penyakit, karena sering kali pemilik kuda tidak menyadari adanya infeksi sampai muncul gejala yang lebih serius.
Dourine tidak hanya memengaruhi kesehatan kuda, tetapi juga berimplikasi besar pada ekonomi pertanian. Penyakit ini telah menyebabkan kerugian signifikan di berbagai negara, termasuk di Amerika Latin, Asia, Timur Tengah, dan Afrika. Dampak ekonominya terlihat dari penurunan produktivitas hewan ternak dan produktivitas pertanian. Dourine sering kali menjadi penghalang utama dalam pertanian di banyak daerah, bahkan bisa menyebabkan kematian hewan ternak yang terinfeksi. Karena penyakit ini dapat menyebar di mana saja tanpa memerlukan vektor serangga, dourine menyajikan tantangan serius bagi produksi kuda di seluruh dunia. Dalam konteks ini, dourine sering disebut sebagai “ancaman tersembunyi” dalam kesehatan kuda yang perlu mendapatkan perhatian lebih. Salah satu tantangan utama dalam mengendalikan dourine adalah kurangnya vaksin yang efektif. Selain itu pengobatan saat ini tidak dapat mengatasi tahap penyakit yang berhubungan dengan sistem saraf, dan masih terdapat batasan dalam diagnosa kasus. Ketidakmampuan beberapa negara endemis untuk melaporkan kasus dourine kepada otoritas kesehatan hewan internasional juga memperburuk situasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, epidemi dourine di Eropa menunjukkan betapa berbahayanya memasukkan kuda yang terinfeksi ke negara-negara yang tidak terjangkit. Dengan semakin meningkatnya mobilitas kuda di seluruh dunia, diperlukan pengujian dan diagnosa yang lebih baik dalam pengelolaan penyakit ini. Penting untuk mengadopsi pendekatan One Health dalam memahami dampak dourine yang mempertimbangkan hubungan antara kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan. Penyebaran penyakit ini dapat memiliki implikasi ekologis dan potensi penularan antar spesies yang perlu dieksplorasi lebih lanjut. Kekurangan dalam kebijakan pengawasan penyakit dourine perlu diperbaiki dengan rekomendasi yang tepat untuk meningkatkan pemantauan dan strategi pengendalian internasional. Dengan mengkonsolidasikan wawasan ini, pemahaman multidimensi tentang dourine dapat dikembangkan, menegaskan signifikansinya dalam kesehatan hewan, perdagangan global, dan ekonomi rural. Karakter kronis dari dourine dan kesulitan dalam diagnosa serta pengendaliannya menjadikannya sebagai ancaman bagi kesehatan kuda.

Artikel review ini disusun berdasarkan kolaborasi penulisan antara Rimayanti, Aswin Rafif Khairullah, Imam Mustofa, Budi Utomo, Tita Damayanti Lestari, Suzanita Utama, Adeyinka Oye Akintunde, Sri Mulyati, Tatik Hernawati, Ahmed Qasim Dawood, Ginta Riady, Imdad Ullah Khan, Siti Darodjah Rasad and Ikechukwu Benjamin Moses. Artikel ini telah diterbitkan oleh Open Veterinary Journal () pada 30 September 2025. Open Veterinary Journal merupakan jurnal internasional bereputasi dengan CiteScore 1,3; Highest percentile 44% (Q3, 112/200), SJR 0.362, dan SNIP 0.583.

Hidden menace: Understanding the devastating consequences of dourine disease in horses. Open Veterinary Journal, (2025), Vol. 15(9): 3931-3942. DOI: 10.5455/OVJ.2025.v15.i9.2

AKSES CEPAT