Penyakit gastritis akibat penggunaan obat anti inflamasi non steroid (NSAID = Non-Steroid Anti-Inflammation Drug) adalah kondisi yang terjadi ketika lapisan lambung rusak akibat penggunaan obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) dalam jangka panjang. Contoh obat NSAID adalah aspirin, ibuprofen, naproxen, dan diklofenak. Penggunaan NSAID dikaitkan dengan peningkatan risiko komplikasi gastrointestinal. Resiko ini meningkat seiring bertambahnya usia, riwayat tukak lambung, riwayat perdarahan gastrointestinal, dosis NSAID yang lebih tinggi, dan penggunaan kortikosteroid secara bersamaan. Diperkirakan tiga perempat dari 1% pasien yang mengkonsumsi NSAID selama 6 bulan mengalami komplikasi signifikan secara klinis yang disebabkan oleh tukak atau erosi lambung
Gastritis adalah kondisi yang terjadi karena adanya peradangan pada lapisan mukosa/ selaput lendir lambung. Karena itu, penyakit ini juga sering disebut sebagai radang lambung. Penyakit ini dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gastritis yang muncul dalam waktu cepat (akut) dan gastritis yang berlangsung dalam waktu lama (kronis). Konsumsi jenis obat-obatan anti nyeri, seperti aspirin atau obat anti inflamasi non-steroid (NSAID) bisa meningkatkan resiko gastritis atau membuatnya semakin parah. Efek samping dari jenis obat NSAID bisa berdampak pada kerusakan saluran cerna yang disebabkan karena mekanisme dan bahan-bahan yang terkandung dalam obat anti nyeri.
Bahan-bahan yang ada dalam obat anti nyeri disebut bisa menghambat enzim cyclo-oksigenase (COX) pada lambung. Enzim tersebut bertanggung jawab terhadap mekanisme nyeri serta pertahanan lapisan mukosa lambung. Penghambatan pada enzim COX karena konsumsi obat anti nyeri bisa menyebabkan erosi lapisan mukosa lambung. Obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) menyebabkan gastritis karena menghambat enzim COX-1 dan COX-2, yang berperan dalam produksi prostaglandin. Prostaglandin berfungsi melindungi lambung. Berikut mekanisme kerja NSAID yang menyebabkan gastritis: (1) menghambat COX-2 yang berperan dalam sekresi mukus lambung, (2) menghambat sintesis prostaglandin yang meredakan rasa nyeri, (3) menyebabkan hipermotilitas lambung, (4) menyebabkan gangguan mikrovaskular dan (5) menyebabkan aktivasi neutrofil.
Mekanisme terjadinya gastritis pada penggunaan obat anti inflamasi adalah melalui efek sitotoksik yang disebabkan oleh NSAID. Adanya NSAID dapat menyebabkan kematian sel mukosa lambung baik berupa nekrosis maupun apoptosis. Apoptosis adalah proses yang dapat dipicu oleh obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) pada lambung, yang dapat menyebabkan gastritis. Apoptosis adalah jenis kematian sel yang dapat disebabkan oleh NSAID melalui jalur intrinsik dan ekstrinsik.
Penggunaan NSAID jangka panjang dapat menyebabkan gastritis kronis NSAID berpotensi digunakan untuk pencegahan kanker lambung. Wisik Candra Padmasari dan Willy Sandhika dalam artikel berjudul Biomarker molekular pada Gastritis yang disebabkan NSAID telah menjelaskan berbagai petanda molekular yang dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat keparahan dari penyakit gastritis akibat NSAID. Petanda molekuler tersebut meliputi: (1) Petanda biologis apoptosis dan (2) petanda adanya hambatan enzyme cyclo-oxigenase. Petanda biologis (biomarker) apoptosis meliputi berbagai jenis protein yang terlibat dalam proses apoptosis seperti: faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α), cytochrome-c, dan enzyme caspase. Sedangkan hambatan enzyme cyclo-oxigenase dapat ditentukan dengan mengamati ekspresi cyclo-oxigenase-2 dan prostaglandin.
NSAID dapat memicu kematian sel epitel lambung melalui mekanisme apoptosis, terutama dalam perannya sebagai penghambat enzim cyclo-oksigenase, baik cyclo-oksigenase-1 (cox-1) maupun cyclo-oksigenase-2 (cox-2). Enzym cox-2 diperlukan untuk sintesis prostaglandin terutama prostaglandin E2 (PG-E2). Prostaglandin E2 memainkan peran penting dalam proses regenerasi dan penyembuhan. Adanya hambatan terhadap enzyme cox-2 akan menghambat produksi prostaglandin sehingga lapisan mukosa lambung tidak tampak melakukan perbaikan setelah terpapar oleh jejas.
Mekanisme kerusakan mukosa lambung pada penggunaan obat anti inflamasi berlangusg melalui 2 mekanisme yakni kematian sel epitel mukosa lambung yang berlangsung melalui jalur kematian sel yang terprogram (apoptosis) dan penghambatan enzyme cox (cyclo-oxygenase). Kedua mekanisme tersebut berlangsung dengan perantara beberapa biomarker (petanda biologis). Pemahaman mekanisme terjadinya gastritis akibat penggunaan obat anti-inflamasi membuat kita dapat memahami efek samping penggunaan obat anti inflamasi serta mebuka peluang untuk pengembangan pengobatan di masa depan. Penggunaan anti inflamasi non-steroid harus digunakan secara berhati-hati agar tidak menimbulkan efek samping pada lambung.
Artikel ilmiah popular ini diambil dari artikel jurnal dengan judul Molecular Biomarkers of NSAID-induced Gastritis dengan penulis Wisik Candra Padmasari dan Willy Sandhika yang telah terbit pada International Journal of Scientific Advances volume 6 issue 1, bulan Jan “ Feb 2025.
Oleh: Willy Sandhika
Link jurnal:





