Penyakit kulit pada lanjut usia sering tidak tercatat dan tidak dikeluhkan oleh pasien. Penyakit kulit yang terabaikan akan menjadi masalah pada penurunan kualitas hidup pasien. Situasi global menunjukan bahwa masalah terbesar individu lanjut usia adalah penyakit degeneratif, yaitu kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ mengalami proses penuaan dari waktu ke waktu. Bertambahnya usia akan menyebabkan fungsi fisiologis mengalami penurunan akibat proses degeneratif (penuaan), yang berdampak pada perubahan fisik, kognitif, perasaan dan kehidupan sosial. Pada saat tahun 2050 diperkirakan sekitar 75% lanjut usia yang mengalami penyakit degeneratif atidak dapat beraktivitas dan harus tinggal di rumah. Proses menua atau proses lanjut usia sendiri ialah suatu proses alami dengan adanya penurunan kondisi fisik, psikologis maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain akibat pertambahan usia tersebut. Penurunan kondisi tersebut bagi seseorang yang telah mengalami masa lanjut usia , terutama tampak pada perubahan kulit, terutama pada bagian wajah, tangan dan kaki.
Di Indonesia, penyakit kulit masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbanyak di masyarakat. Penyebab penyakig kulit ini juga beragam, mulai dari infeksi virus, infeksi jamur, infeksi bakteri, infestasi parasit, maupun penyakit kulit alergi. Penyakit kulit dan jaringan subkutan dilaporkan sebanyak 247.179 kasus dengan kasus baru sebesar 60,77% di Indonesia pada tahun 2011. Penyakit Kulit dan jaringan subkutan merupakan penyakit terbanyak ketiga dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah sakit se-Indonesia. Perencanaan pelayanan kesehatan dirancang berdasarkan kondisi lanjut usia dan pola pelayanan yang dibutuhkan populasi ini. Jumlah pasien lanjut usia di Unit Rawat Jalan Kesehatan Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 2019-2020 sebanyak 299 pasien, dengan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (51,51%), kelompok usia 66-74 tahun (58,86%) dan domisili di Surabaya (82,27%). Gambaran klinis pasien lanjut usia terbanyak mengeluhkan gatal (60,87%) dengan diagnosis terbanyak adalah xerosis cutis atau kulit kering (29,79%), diikuti dengan dermatitis atau keradangan kulit.
Keluhan utama tersering pada pasien lansia dengan penyakit kulit adalah gatal, bercak merah, kulit kering, maupun perih. Adanya berbagai keluhan pada penyakit kulit dapat menyebabkan dapat menimbulkan peningkatan risiko infeksi pada kulit, akibat penyakit kulit yang mendasari maupun keluhan subyektif yang menyertainya.
Pasien lanjut usia membutuhkan perhatian khusus, karena pada pasien lanjut usia sering mengalami lebih dari satu penyakit. Penyakit infeksi kulit yang terjadi pada pasien lanjut usia dapat disebabkan oleh penurunan cadangan fungsional tubuh, penurunan imunitas. Selain itu, individu lanjut usia dapat mengalami penurunan sistem imunitas. Respon imun tubuh terhadap pertahanan infeksi yang menurun, menyebabkan individu rentan terkena infeksi yang dapat disertai komplikasi yang lebih berat. Tidak hanya menurunkan kualitas hidup lanjut usia, risiko morbiditas dan mortalitas akan meningkat pada individu lanjut usia dengan penyakit kulit.
Penulis : Dr.Damayanti,dr.,Sp.KK(K)
Info lengkap darai artikel ini dapat dilihat pada tulisan kami di :
Profile Of Skin Diseases In Elderly At Dermatology And Venetology Dr Soetomo General Academic Hospital Outpatient Clinic Nadine Salsabila Putri, Damayanti, Hadiq Firdausi, Purwo Sri Rejeki





