UNAIR NEWS – Mahasiswa 51动漫 (UNAIR) melalui program Belajar Bersama Komunitas (BBK) menyelenggarakan Penyuluhan Kesehatan Ternak Sapi Potong pada Rabu (21/1/2026) bertempat di Balai Desa Kemasantani, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini diikuti oleh peternak sapi potong dari Desa Kemasantani dan Desa Gumeng sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kewaspadaan terhadap penyakit infeksius pada ternak.
Penyuluhan ini menghadirkan Prof. Dr. Sunaryo Hadi Warsito, drh., M.P., dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) 51动漫, sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan penyakit-penyakit infeksius yang sering menyerang sapi potong, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD), gejala klinis yang perlu diwaspadai, cara penularan, penanganan awal, hingga langkah pencegahan yang dapat diterapkan langsung oleh peternak.
Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peternak agar mampu melakukan deteksi dini penyakit. Dengan pengetahuan yang tepat, peternak diharapkan dapat menjaga kesehatan ternak sehingga produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan tetap terjaga.
Kegiatan penyuluhan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran peternak akan pentingnya penerapan biosekuriti dan manajemen kesehatan ternak yang berkelanjutan. Peternak juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya vaksinasi dan pengendalian vektor seperti lalat dan nyamuk untuk mencegah penularan penyakit infeksius.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara narasumber dan peserta. Antusiasme peternak terlihat dari banyaknya pertanyaan terkait kasus penyakit yang pernah dialami di lapangan. Selain itu, pelaksanaan post-test dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah penyuluhan.
Pada akhir kegiatan, peserta juga dibekali modul yang berisi materi penyuluhan. Modul ini diharapkan dapat menjadi panduan tertulis bagi peternak untuk diterapkan secara berkelanjutan di kandang masing-masing.
Kegiatan ini mendukung SDGs Desa 3 (Desa Sehat Sejahtera) dan SDGs Desa 4 (Pendidikan Desa Berkualitas) melalui edukasi kesehatan ternak, serta berkontribusi pada SDGs Desa 8 (Pertumbuhan Ekonomi Desa) dengan menjaga produktivitas ternak, dan SDGs Desa 17 (Kemitraan untuk Pembangunan Desa) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat.





