51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Peran Biomarker Inflamasi NLR dan PLR dalam Memprediksi Hasil Fungsional pada Cedera Otak Traumatik

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Cedera otak traumatic/Traumatic Brain Injury (TBI) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada pasien trauma, terutama di negara berkembang. Di Indonesia, TBI menjadi penyebab utama rawat inap dan kematian akibat trauma, dengan kecelakaan lalu lintas dan jatuh sebagai penyebab utama. Pasien TBI sering kali mengalami respons inflamasi yang dapat memperburuk kondisi klinis mereka. Meskipun pengukuran tingkat kesadaran menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) sudah umum dilakukan, alat ini memiliki keterbatasan dalam memprediksi hasil jangka panjang. Oleh karena itu, biomarker objektif yang dapat diukur dari pemeriksaan hematologi rutin, seperti rasio neutrofil-limfosit (NLR) dan rasio platelet-limfosit (PLR), muncul sebagai indikator potensial untuk memprediksi hasil pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara NLR dan PLR dengan Glasgow Outcome Scale (GOS) pada pasien TBI.

Penelitian ini merupakan studi kohort prospektif yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia, antara Maret hingga Juni 2025. Pasien yang terlibat adalah pasien dengan berbagai tingkat keparahan TBI yang diterima di unit gawat darurat rumah sakit tersebut. Kriteria inklusi adalah pasien dengan riwayat cedera yang jelas dan waktu cedera dalam 24 jam, serta pasien yang telah dikonfirmasi dengan pemeriksaan CT kepala. Kriteria eksklusi meliputi pasien yang menderita gagal jantung, gagal ginjal, kehamilan, penyakit sistemik, atau yang menerima transfusi darah dari rumah sakit rujukan. Setelah pasien diterima, kadar NLR dan PLR diukur dalam 24 jam pertama setelah cedera, dan hasil klinis dievaluasi menggunakan Glasgow Outcome Scale (GOS) pada hari ke-14 setelah cedera. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS, dengan nilai p < 0,05 dianggap signifikan.

Sebanyak 44 pasien TBI terlibat dalam penelitian ini, dengan mayoritas pasien laki-laki (63,6%) dan usia rata-rata 32,5 tahun. Kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab cedera yang paling sering. Pada hari ke-14 setelah trauma, sebagian besar pasien mengalami pemulihan yang baik (GOS 5) sebanyak 54,5%, sementara 27,3% pasien meninggal. Nilai median NLR adalah 8,35 (rentang 0,74“26,91), dan nilai rata-rata PLR adalah 170,45 ± 89,68. Analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada korelasi signifikan antara NLR dan GOS (p = 0,338). Sebaliknya, PLR menunjukkan korelasi positif sedang dengan GOS (r = 0,527, p < 0,001), dengan nilai ambang batas PLR sebesar 101,24. Sensitivitas PLR pada nilai ambang ini mencapai 93,3% dan spesifisitasnya 64,3%. Pasien dengan PLR lebih tinggi dari ambang batas ini memiliki hasil yang lebih baik dalam hal kelangsungan hidup dan pemulihan fungsional.

Penelitian ini mengungkapkan peran penting biomarker inflamasi seperti NLR dan PLR dalam memprediksi hasil fungsional pada pasien dengan cedera otak traumatik (TBI). Meskipun NLR sering dianggap sebagai indikator inflamasi yang dapat digunakan untuk menilai keseimbangan respons imun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa NLR tidak memiliki hubungan signifikan dengan hasil klinis (GOS). Hal ini mungkin disebabkan oleh faktor-faktor lain seperti usia pasien, komorbiditas, dan jenis cedera yang dapat mempengaruhi hasil. Sebaliknya, PLR menunjukkan korelasi positif yang signifikan dengan GOS, yang mengindikasikan bahwa PLR dapat mencerminkan tingkat inflamasi sistemik yang lebih mendalam dan lebih terkait dengan pemulihan fungsi neurologis. Keterlibatan platelet dalam proses hemostasis dan inflamasi, yang dikombinasikan dengan peran limfosit dalam modulasi sistem imun, membuat PLR menjadi biomarker yang lebih spesifik untuk memprediksi hasil jangka pendek setelah TBI. Temuan ini mendukung penggunaan PLR sebagai indikator prognostik yang mudah diukur dan terjangkau, yang dapat diterapkan di berbagai setting rumah sakit, khususnya di negara berkembang dengan keterbatasan sumber daya.

Berdasarkan pemaparan diatas, penelitian ini menunjukkan bahwa rasio neutrofil-limfosit (NLR) tidak berhubungan dengan hasil fungsional (GOS) pada pasien TBI. Namun, rasio platelet-limfosit (PLR) terbukti memiliki korelasi yang signifikan dengan hasil klinis yang lebih baik. PLR dapat menjadi biomarker sederhana yang berguna untuk memprediksi prognosis pasien TBI dan dapat digunakan dalam evaluasi klinis awal untuk memandu pengelolaan pasien.

Penulis: Dr. Prananda Surya Airlangga, dr., M.Kes., Sp.An-TI, Subsp. TI (K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Pheilia Yumeisien Thamrin A, Surya Airlangga P, Hari Santoso K, Kriswidyatomo P, Sumartono Waloejo C. The Role of Inflammatory Biomarkers NLR And PLR In Predicting Functional Outcomes Following Traumatic Brain Injury. Vascular and Endovascular Review [Internet]. 2025;8(6s):265“70.

AKSES CEPAT