51动漫

51动漫 Official Website

Peran Gen PelA dalam Pembentukan Biofilm pada Isolat Klinis Pseudomonas aeruginosa

Pseudomonas aeruginosa bacteria, coloured scanning electron micrograph (SEM). These Gram-negative rod-shaped bacteria are found in soil and water, and as normal flora in the human intestine. However, they can cause serious wound, lung, skin and urinary tract infections. These types of infections are most common in hospitals. Treatment is with antibiotics.

Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri patogen Gram-negatif yang sering menjadi penyebab infeksi serius, terutama pada pasien dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Salah satu faktor virulensi utama yang dimiliki oleh Pseudomonas aeruginosa adalah kemampuannya membentuk biofilm, suatu komunitas mikroba yang terorganisasi dan dilindungi oleh matriks polimerik ekstraseluler. Biofilm ini tidak hanya meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik, tetapi juga terhadap respon imun tubuh.

Biofilm pada Pseudomonas aeruginosa ditentukan oleh beberapa gen, salah satunya adalah gen pelA yang mengkode polisakarida Pel. Polisakarida ini berperan penting dalam struktur matriks biofilm dan membantu bakteri menempel pada permukaan serta melindungi dari pengaruh luar. Penelitian terkini menunjukkan bahwa gen pelA memiliki kaitan erat dengan densitas biofilm yang terbentuk.

Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan 33 isolat klinis Pseudomonas aeruginosa yang diambil dari berbagai sumber, seperti sputum, urine, pus, dan darah. Gen pelA dideteksi menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction), sementara densitas biofilm diukur dengan pembacaan Optical Density (OD) menggunakan metode microtiter plate yang diproses dengan ELISA reader.

Hasil oenelitian menunjukkan bahwa dari 33 isolat klinis:

– 93,9% (31 isolat) positif memiliki gen pelA.

– 6,1% (2 isolat) negatif terhadap gen pelA.

Densitas biofilm bervariasi, dengan distribusi sebagai berikut:

– 12,1% isolat tidak menghasilkan biofilm.

– 30,3% memiliki produksi biofilm lemah.

– 39,4% memiliki produksi biofilm sedang.

– 18,2% menunjukkan produksi biofilm kuat.

Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gen pelA dan densitas biofilm dengan nilai p=0,011. Hubungan ini memiliki kekuatan moderat.

Penemuan ini menggarisbawahi pentingnya gen pelA dalam pembentukan biofilm dan potensi biofilm sebagai salah satu target terapi pada infeksi Pseudomonas aeruginosa. Isolat dengan gen pelA cenderung lebih resisten terhadap antibiotik dan memiliki risiko yang lebih tinggi dalam konteks infeksi kronis. Oleh karena itu, identifikasi gen pelA dapat menjadi salah satu parameter penting dalam diagnosis dan manajemen infeksi terkait.

Gen pelA memainkan peran penting dalam pembentukan biofilm Pseudomonas aeruginosa. Hubungan antara gen ini dan densitas biofilm memberikan wawasan baru dalam pengelolaan infeksi yang melibatkan bakteri ini, khususnya di lingkungan klinis.

Penulis : Dr. Puspa Wardhani, dr., Sp.PK.

Jurnal ini di publikasikan pada : Salud, Ciencia y Tecnolog铆a, dan dapat di akses melalui situs

AKSES CEPAT