Anak yang menjalani perawatan di rumah sakit sering kali menghadapi pengalaman yang tidak menyenangkan akibat prosedur medis yang menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan. Situasi ini dapat menimbulkan stres fisik dan emosional pada anak, terutama ketika mereka berada di lingkungan yang asing dan jauh dari orang tua. Salah satu cara untuk mengurangi trauma pada anak selama perawatan di rumah sakit adalah melalui pendekatan “atraumatic care,” yang berfokus pada upaya mengurangi rasa sakit, kecemasan, dan dampak psikologis yang mungkin terjadi selama perawatan.
Peran serta orang tua dalam perawatan atraumatik ini sangat penting karena kehadiran dan dukungan mereka dapat memberikan rasa aman bagi anak. Studi menunjukkan bahwa partisipasi orang tua dapat membantu mengurangi rasa sakit dan kecemasan yang dirasakan anak. Orang tua dapat memberikan dukungan emosional, seperti memeluk dan menenangkan anak, serta mengalihkan perhatian anak dari prosedur medis yang menakutkan. Dengan demikian, keterlibatan orang tua bukan hanya mendukung kesejahteraan emosional anak, tetapi juga membantu dalam proses penyembuhan mereka.
Dalam studi yang dilakukan menggunakan tinjauan sistematis, dari beberapa databases, yaitu Proquest, PubMed, ScienceDirect, Ebscohost, CINAHL, Scopus, and Google Scholar, by entering keywords “parents’ participation” AND “atraumatic care” AND “hospitalized children.” . Artikel yang direview dalam rentang tahun 2019-2023. Hasil yang ditemukan yaitu beberapa peran penting yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam atraumatic care selama anak dirawat di rumah sakit. Peran tersebut meliputi dukungan emosional, teknik distraksi, langkah-langkah kenyamanan, komunikasi dan edukasi, advokasi, kolaborasi dengan tim kesehatan, partisipasi dalam rutinitas perawatan, serta memberikan kenyamanan pascaprosedur. Keseluruhan peran ini bertujuan untuk menjaga anak tetap nyaman dan mengurangi ketidaknyamanan yang dirasakan.
Hasil dari tinjauan literatur ini menggarisbawahi betapa pentingnya orang tua dalam proses perawatan atraumatik. Orang tua yang secara aktif terlibat dapat bekerja sama dengan tim medis untuk memberikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Dukungan orang tua juga membantu anak merasa lebih tenang dan nyaman, sehingga pengalaman di rumah sakit menjadi lebih positif. Oleh karena itu, tenaga kesehatan dianjurkan untuk lebih melibatkan orang tua dalam perawatan anak, memberikan mereka panduan dan dukungan yang dibutuhkan.
Penelitian ini juga menekankan perlunya pengembangan lebih lanjut mengenai intervensi spesifik yang melibatkan orang tua dalam berbagai bentuk perawatan anak selama di rumah sakit. Dengan pendekatan yang lebih terpadu, diharapkan orang tua dapat berperan lebih optimal dalam memberikan dukungan yang dibutuhkan anak selama proses perawatan, yang pada akhirnya dapat mendukung proses penyembuhan dan mengurangi dampak trauma pada anak.
Penulis: Yuni Sufyanti Arief
Link:
Baca juga: Healthy Movement Behavior Anak Usia Sekolah dan Peran Orang Tua





