UNAIR NEWS – Bertepatan dengan Hari Ayah Nasional, Ikatan Alumni Psikologi 51 (Apsilangga) menggelar webinar series bertajuk Father Involvement: A Journey of Parenthood pada Minggu (12/11/2023). Turut hadir dalam acara tersebut, Ari Pratiwi SPsi MPsi selaku narasumber.
Webinar tersebut merupakan kolaborasi antara Apsilangga dan Ikatan Keluarga Alumni 51 (IKA UNAIR) Tulungagung. Gelaran webinar tersebut ditujukan untuk penggalangan donasi untuk proyek AMERTA (Aksi Merdeka Air dan Tanaman untuk Alam).
Tiga Hal Penting Menjadi Ayah
Ari Pratiwi mengatakan, ayah di Indonesia cenderung kurang berperan aktif dalam perkembangan anak. Mereka memilih untuk menyerahkan segala urusan anak kepada sang ibu. Menurutnya, hal ini merupakan hal yang salah kaprah justru seorang ayah memiliki peranan besar dalam pengasuhan anak, tidak semata-mata hanya mencari nafkah.
Alumni Psikologi UNAIR tersebut menjelaskan ada tiga hal penting ayah saat terlibat dalam pengasuhan anak. Pertama, seorang ayah harus engage dengan anaknya. Hal tersebut dapat dimulai dari hal kecil seperti membantu seorang istri dalam mengurus anak, bermain bersama dan mengantarkan sekolah.
Kedua, seorang ayah harus availability. Seorang ayah tidak harus selalu berada disamping anaknya, namun harus selalu siap ketika anak sedang membutuhkan pertolongan. Hal tersebut akan menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak.
Ketiga, seorang ayah harus memiliki responsibility atau rasa tanggung jawab. Tanggung jawab seorang ayah tidak hanya memberikan nafkah, namun juga dengan mencarikan dan memutuskan pendidikan yang terbaik untuk anak.
Jadi keterlibatan ayah tidak dipungkiri membawa dampak besar pada anak. Ibaratnya, jika seorang anak mendapatkan kasih sayang dari keduanya, maka itu akan terasa lengkap baginya, ucapnya.
Tips Parenting Ayah dan Anak
Psikolog tersebut mengatakan, ada beberapa tips yang dapat ayah lakukan dalam menerapkan parenting dengan anak. Pertama, seorang ayah harus melakukan pendisiplinan yang konsisten. Pendisiplinan itu akan membentuk karakter anak secara tidak langsung.
Kedua, melakukan co-parenting bersama istri. Co-parenting ini merupakan hal yang penting dalam membentuk kesepakatan dengan istri. Kesepakatan yang terbentuk sedari awal akan membangun komunikasi yang baik dan dapat menjadi teamwork dalam mengasuh anak.
Ketiga, seorang ayah harus melakukan modelling behaviour. Singkatnya, seorang ayah harus memberikan panutan atau contoh bagi seorang anak. Dengan ini, anak akan menjadikan ayah sebagai role model dalam kehidupannya.
Sudah saatnya, kini para ayah untuk berperan aktif dalam mendidik dan mengasuh anak, tegasnya.
Penulis: Satrio Dwi Naryo
Editor: Khefti al Mawalia





