51动漫

51动漫 Official Website

Peran Signifikan Sinbiotik Dalam Membantu Sistem Imun Melawan COVID-19

Untuk mendapatkan daya tahan tubuh yang optimal terhadap COVID-19, kesehatan usus juga perlu dijaga. Hal ini penting karena SARS-CoV 2 dapat masuk ke aliran darah melalui reseptor Angiotensin Converting Enzyme (ACE2) yang sebagian besar terdapat di saluran pencernaan. Hal ini juga menjawab mengapa banyak kasus COVID-19 yang mengalami gejala pencernaan selama masa infeksi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sinbiotik (kombinasi prebiotik dan probiotik) dapat bertindak sebagai pencegahan terhadap infeksi yang berhubungan dengan usus dengan membantu menyeimbangkan mikroekologi usus, meningkatkan disbiosis mikrobiota, dan mencegah infeksi sekunder akibat translokasi bakteri.

Beberapa penelitian mengungkapkan efek pemberian probiotik (Bifidobacterium dan Lactobacillus) dalam mengurangi infeksi saluran pernafasan. Probiotik dapat meningkatkan interferon dan jumlah serta aktivitas antigen, sel NK, sel T, serta antibodi spesifik baik sistemik maupun mukosa. Probiotik terbukti berpengaruh dalam mengatur sitokin pro-inflamasi dan imunoregulasi yang mengendalikan pembersihan virus dan mencegah kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh respon imun. Lactobacillus plantarum DR7 ditegaskan mampu menekan sitokin plasma proinflamasi (IFN-gamma dan TNF-alpha), meningkatkan sitokin antiinflamasi (IL-4, IL-10), serta menurunkan peroksida plasma dan stres oksidatif. Hal ini penting pada pasien COVID-19 yang mengalami badai sitokin. Probiotik juga dapat meningkatkan integritas persimpangan ketat dan produksi asam lemak rantai pendek (SCFA) Butirat, dan menyediakan nutrisi bagi kolonosit sehingga mengurangi invasi SARS-CoV-2. Studi juga menemukan bahwa probiotik dapat meningkatkan jumlah leukosit, neutrofil, IL-2. TNF-beta, menurunkan ekspresi sitokin (TNF-alpha, IL-1beta, IL-6, IL-8, IL-5, IL13), dan kadar air liur IgA dapat menghasilkan bakteriosin dan reuterin, meningkatkan fagositosis, dan dapat mempertahankan Th1 dan Homeostasis Th2.

Prebiotik, yaitu karbohidrat yang tidak tercerna seperti inulin, polidekstrosa, oligosakarida, serat, dan pati resisten, digunakan oleh mikroba usus untuk fermentasi. Prebiotik juga diketahui dapat meningkatkan kekebalan dan keanekaragaman mikrobiota usus, serta membantu pencernaan. Sebagai contoh, prebiotik yang diperoleh dari gandum terbukti mampu menurunkan sitokin inflamasi proinflasi IL-6 dan meningkatkan sitokin anti inflamasi IL-10. Prebiotik seperti dedak gandum, fruktooligosakarida (FOS), dan galaktosakarida (GOS) dapat meningkatkan kadar butirat sehingga mengurangi peradangan dan memperbaiki fibrosis pernafasan. SCFA dari metabolisme prebiotik memperkuat hubungan gastrointestinal dengan jaringan limfoid (FALT). Oleh karena itu, pemberian prebiotik dan probiotik pada pasien COVID-19 dapat membantu memperbaiki kondisi disbiosis usus sehingga mempercepat proses penyembuhan. Prebiotik dapat membantu melawan infeksi pernafasan sebagaimana dibuktikan oleh Trompette et al. dalam penelitiannya, dimana subjek tikus yang diberi serat makanan prebiotik mengalami peningkatan makrofag dan penurunan produksi kemokin CXCL1, yang menyebabkan peningkatan neutrofil di paru-paru, serta penambahan fungsi sel CD8+.

Penulis : Dominikus Raditya Atmaka, S.Gz., M.PH.

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Stefania Widya Setyaningtyas, Dominikus Raditya Atmaka, Qonita Rachmah, Nila Reswari Haryana, Mahmud Aditya Rifqi, Rian Diana, Alif Nurria Nastiti, Asri Meidyah Agustin. (2023). The Role of Mineral and Synbiotic to Enhance Immunity During COVID-19 Pandemic : A Literature Review. Media Gizi Indonesia, 18(3): 226-235.

AKSES CEPAT