n

51动漫

51动漫 Official Website

Peranan Analisis Sperma Sangat Menentukan Subur Tidaknya Seseorang

sperma
DEKAN FK UNAIR ketika membuka National Training of The Trainer On Semen Analysis, di Aula GRAMIK FK UNAIR. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Dalam penanganan ketidaksuburan terhadap seseorang dari pasangan suami-isteri, maka peran seorang analis sperma itu sangat penting dan vital dalam andrologi. Apalagi andrologi ini merupakan bidang utama infertilitas, baik disfungsi seksual, penuaan pria, KB pria, dan yang utama dan terpenting adalah invertilitas tersebut.

淯ntuk itulah diadakan National Training of The Trainer On Semen Analysis bagi para androlog-androlog se-Indonesia yang jumlahnya hanya 70-an orang ini, demikian Dr. Aucky Hinting, Sp.And., Ph.D., kepada UNAIR.news disela pelaksanaan pelatihan, di Aula Graha Masyarakat Ilmiah Kedokteran (Gramik) FK 51动漫, yang dibuka Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr., SpU(K), hari Sabtu (13/5). Kegiatan ini dilaksanakan Persandi (Persatuan Androlog Indonesia).

Dari analisis terhadap sperma itulah akan ditentukan seseorang tersebut subur atau tidak. Dampak vital dari analisis ini bukan hanya untuk kepentingan dokter dalam menangani pasien sehingga mengetahui penyebabnya, tetapi juga penting bagi pasien. Jika setelah didiagnosa ternyata spermanya kosong, kata dr. Aucky, maka seseorang itu tidak akan bisa mempunyai anak (keturunan). Sementara para pakar dalam penelitian secara seksama telah menentukan standar normal dan tidaknya kondisi sperma.

Dikatakan, di Indonesia juga sudah dikeluarkan standar untuk sperma. Jika dalam sperma itu terdapat diatas 20 juta benih, maka seseorang itu normal. Jika dibawah 20 juta maka tidak normal. Tetapi selain jumlah benihnya, juga dilihat gerakan zygote-nya bagaimana.

淛adi para androlog inilah kita berikan penyegaran untuk bisa melakukan dan mengintrepetasi hasil analisa sperma dengan baik, nanti dia mengajarkan kepada para analisisnya, tambah Dr. Aucky Hinting, yang juga seniman senirupa ini.

Apalagi saat ini juga sudah ada temuan baru yaitu standar kesuburan yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sehingga mau tidak mau kita harus menyesuaikan dengan itu. Misalnya bagaimana tekniknya, jika dahulu gerak sperma hanya dilihat, maka sekarang ini dengan teknik yang lain, diamati zygote itu, bagaimana 渢opinya bagaimana 渆kornya. Intinya, dari standar WHO itu ada peningkatan.

Selama ini kendala untuk pemeriksaan memang ada sebagian dari akurasi fasilitas. Tetapi para androlog dengan ilmunya, sebenarnya ia bisa mengatasi kendala tersebut. Mereke sudah mempunyai teknologinya, mempunyai standarisasi, sehingga semua itu bisa dibelajarkan kepada analis di laboratoriumnya.

漇etelah ini para androlog itu akan melatih analis-analisnya. Jadi ini pelatihan untuk pelatih yang akan memimpin dalam mengerjakan di lab dalam hal invertilitas. Seperti nyuntik pasien kan tidak harus dokter, setelah dokter menentukan obatnya ini-itu, maka perawat bisa melakukan penyuntikan. Analis sperma juga demikian, tidak harus androlog, katanya.

Dalam sambutannya, Dekan FK UNAIR Prof. Soetojo mengatakan terima kasih dengan diadakannya ToT para androlog ini. Karena ini menunjukkan keperdulian untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien. Selain itu juga merupakan tuntutan untuk terus belajar, sebab para pasien pun sekarang ini sudah semakin pandai dengan adanya keterbukaan informasi dari berbagai sumber internet dan media sosial.

滼adi dokter juga harus meng-update ilmunya, karena semua pasien sekarang sudah 榤elek tentang penyakit dan cara berkomunikasi. Kita belum ngomong, kadang pasien sudah mendahului dengan interesnya. Jadi kita harus yakin dengan peningkatan pelayanan kepada pasien maka hasilnya juga akan membaik, sebanding, kata Prof. Soetojo. (*)

Penulis : Bambang Bes

AKSES CEPAT