51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Perbandingan Cedera Saraf pada Blokade Scalp Menggunakan Jarum Tajam dan Tumpul pada Tikus Wistar

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Blokade scalp adalah teknik anestesi regional yang sering digunakan pada prosedur bedah saraf, seperti kraniotomi, untuk mengurangi nyeri perioperatif, menurunkan kebutuhan opioid, dan menjaga stabilitas hemodinamik pasien. Meskipun memberikan manfaat signifikan dalam pengelolaan nyeri, komplikasi seperti cedera saraf tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan. Jenis jarum yang digunakan dalam prosedur blokade ini dapat memengaruhi tingkat cedera saraf. Jarum tajam dapat langsung menembus fasikulus saraf, yang berpotensi menyebabkan cedera aksonal, sedangkan jarum tumpul cenderung menyebabkan trauma kompresi yang lebih ringan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat cedera saraf yang disebabkan oleh jarum tajam dan tumpul pada prosedur blokade scalp menggunakan model tikus Wistar.

Penelitian ini menggunakan desain eksperimen acak dengan post-test-only control group pada 22 tikus Wistar jantan berusia 6“8 minggu dan berat badan 150“200 g. Tikus dibagi menjadi dua kelompok secara acak: kelompok jarum tajam (S) dan kelompok jarum tumpul (B). Prosedur blokade scalp dilakukan pada tiga lokasi saraf: supraorbital, auriculotemporal-zygomaticotemporal, dan occipital menggunakan ropivacaine 0,2%. Setelah 24 jam, jaringan saraf diambil dan dianalisis secara histopatologis menggunakan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (H&E). Tingkat cedera dinilai menggunakan sistem skoring Steinfeldt (0“4).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok jarum tajam menunjukkan skor cedera saraf yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok jarum tumpul. Pada lokasi supraorbital dan auriculotemporal-zygomaticotemporal, kelompok jarum tajam lebih sering mengalami cedera grade 3“4 (p=0,031 dan p=0,001), sementara kelompok jarum tumpul lebih banyak mengalami cedera grade 2. Tidak ada perbedaan signifikan pada blok occipital (p=0,108). Secara keseluruhan, tingkat cedera saraf lebih parah pada kelompok jarum tajam (p=0,005).

Penelitian ini menunjukkan bahwa jenis jarum memiliki pengaruh besar terhadap tingkat cedera saraf dalam prosedur blokade scalp. Jarum tajam menyebabkan cedera saraf yang lebih berat, terutama pada lokasi supraorbital dan auriculotemporal, dibandingkan dengan jarum tumpul yang cenderung menghasilkan cedera lebih ringan. Hal ini menunjukkan bahwa jarum tumpul mungkin lebih aman untuk mengurangi risiko cedera saraf, karena jarum ini cenderung memindahkan jaringan daripada memotongnya. Temuan ini sejalan dengan studi klinis yang menunjukkan bahwa jarum tumpul mengurangi risiko cedera saraf dalam prosedur anestesi regional, seperti pada blok dural atau injeksi intravaskular.

Penggunaan jarum tumpul dalam prosedur blokade scalp terbukti lebih aman dibandingkan dengan jarum tajam, dengan menghasilkan cedera saraf yang lebih ringan dan peradangan yang lebih minimal. Penurunan cedera saraf yang signifikan pada kelompok jarum tumpul menunjukkan bahwa penggunaan jarum tumpul dapat menjadi pilihan yang lebih baik untuk meminimalkan risiko cedera saraf pada prosedur anestesi regional. Penelitian lebih lanjut dengan menggunakan penilaian elektrofisiologis dan analisis regenerasi jangka panjang pada model hewan yang lebih besar diperlukan untuk memperkuat temuan ini dan mendukung penerapannya dalam praktek klinis.

Penulis: Dr. Christrijogo Soemartono Waloejo, dr., Sp.An-TI, Subsp.An.R (K), Subsp.TI(K)

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Rusli YR, Waloejo CS, Airlangga PS, Santosa DA, Kriswidyatomo P, Atika A. Comparison of Nerve Injury in Scalp Block Performed on Male Wistar Rats (Rattus Norvegicus) Using Sharp Versus Blunt Needles. Vascular and Endovascular Review [Internet]. 2025;8(6s):241“4.

AKSES CEPAT