51¶¯Âþ

51¶¯Âþ Official Website

Perbandingan Metode Recombinase Polymerase Amplification (RPA) dan Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk Identifikasi Spesies Trypanosoma

Tripanosomiasis. (Sumber: Wikipedia)
Tripanosomiasis. (Sumber: Wikipedia)

Trypanosoma sp. merupakan parasit protozoa darah penyebab Trypanosomiasis. Trypanosomiasis pada ternak, khususnya surra, dilaporkan menyebabkan kerugian ekonomi yang sangat besar akibat kematian, penurunan kinerja dan produktivitas. Kerugian ekonomi ini diperkirakan mencapai US$223.164.000 di Somalia dan Rp. 25,7 miliar  di Indonesia.. Trypanosoma evansi (T. evansi), sulit dibedakan dari spesies lain, seperti T. brucei dan T. equiperdum, karena morfologi ketiganya sangat mirip. Hasil Subekti dkk sebelumnya melaporkan metode polymerase chain reaction (PCR) menggunakan primer gen minicircle dan maxicircle, dapat membedakan spesies tersebut. Namun, di beberapa negara berkembang seperti Indonesia, penerapan PCR menggunakan thermal cycler masih terbatas, terutama di points of care (POC), yang biasanya berada di desa-desa terpencil dengan sumber daya yang sangat terbatas. PCR memiliki beberapa keterbatasan, terutama ketergantungan pada mesin PCR, operator yang terampil, dan lingkungan laboratorium yang memadai, sehingga mencegah penerapannya di laboratorium terbatas, terutama POC dan unit laboratorium bergerak di lapangan. Alternatif yang dapat mengatasi keterbatasan ini adalah Recombinase Polymerase Amplification(RPA). RPA merupakan amplifikasi isotermal yang dapat berjalan pada suhu tunggal berkisar 37“42 °C. Dibandingkan dengan PCR, amplifikasi isotermal, khususnya RPA, dapat mencapai deteksi cepat di fasilitas terbatas. Sampai saat ini, perbandingan langsung antara PCR dan RPA, khususnya untuk identifikasi spesies Trypanozoma menggunakan dua pasang primer belum banyak dilaporkan.

Kami tergerak melakukan penelitian ini dengan tujuan untuk mengevaluasi identifikasi spesies Trypanosoma dengan RPA menggunakan primer minicircle dan maxicircle secara bertahap dibandingkan dengan PCR menggunakan primer yang sama. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat kesesuaian antara RPA dan PCR sebesar 97,4% dan 98,7% untuk identifikasi dan deteksi, dengan tingkat deteksi pada konsentrai 10 trypanosom/mL.

Penelitian ini telah dipublikasidan sudah diterbitkan di Pakistan Veterinary Journal Tahun 2025 Volume 45 nomor 1 halaman 428-433 dengan judul: Comparison of Recombinase Polymerase Amplification with Polymerase Chain Reaction for Species Identification of Trypanozoon Members Based on Minicircle and Maxicircle Genes.

Untuk mendapatkan Artikel lengkap dapat diakses di:

Untuk Sitasi: Subekti DT, Santoso ZA, Suwanti LT, Sunarno S, Mufasirin M and Kurniawati DA, 2025. Comparison of Recombinase Polymerase Amplification with Polymerase Chain Reaction for Species Identification of Trypanozoon Members Based on Minicircle and Maxicircle Genes. Pak Vet J, 45(1): 428-433. http://dx.doi.org/10.29261/pakvetj/2025.006

AKSES CEPAT